
Teknik eco driving menjadi salah satu cara paling efektif untuk menghemat konsumsi bahan bakar tanpa harus melakukan modifikasi pada kendaraan. Dengan menerapkan gaya berkendara yang lebih halus dan efisien, pengemudi tidak hanya dapat menekan pengeluaran untuk BBM, tetapi juga menjaga performa kendaraan serta mengurangi emisi gas buang.
Eco driving kini semakin dianjurkan oleh berbagai produsen mobil karena terbukti membantu meningkatkan efisiensi berkendara, terutama di tengah kondisi lalu lintas perkotaan yang padat.
Apa Itu Teknik Eco Driving?
Teknik eco driving adalah metode mengemudi yang mengutamakan efisiensi bahan bakar, keselamatan, dan kenyamanan berkendara. Prinsip utamanya adalah menghindari gaya mengemudi yang agresif, seperti akselerasi mendadak, pengereman keras, maupun putaran mesin yang terlalu tinggi. Selain menghemat BBM, teknik ini juga membuat komponen kendaraan bekerja lebih ringan sehingga usia pakainya menjadi lebih panjang.
Cara Menerapkan Teknik Eco Driving
Hindari Menginjak Pedal Gas Saat Menyalakan Mesin
Pada mobil modern dengan sistem injeksi, mesin sudah dirancang dapat hidup secara optimal tanpa perlu menginjak pedal gas. Kebiasaan ini membantu menjaga pembakaran tetap stabil sejak awal mesin dinyalakan.
Jaga Putaran Mesin Tetap Ideal
Usahakan mesin bekerja pada putaran RPM yang efisien. Untuk mesin bensin, rentang sekitar 2.000–2.500 rpm umumnya sudah cukup untuk menghasilkan tenaga tanpa mengonsumsi bahan bakar secara berlebihan.
Lihat juga: Faktor Penyebab AC Mobil Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya
Hindari Akselerasi Mendadak
Menekan pedal gas secara tiba-tiba membuat mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Sebaliknya, lakukan akselerasi secara bertahap agar konsumsi BBM tetap efisien dan kendaraan melaju lebih halus.
Pertahankan Kecepatan Stabil
Kecepatan yang konstan merupakan salah satu kunci utama dalam teknik eco driving. Hindari pola berkendara yang terlalu sering melakukan gas dan rem karena membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Jika mobil memiliki fitur cruise control, manfaatkan saat berkendara di jalan tol.
Periksa Tekanan Angin Ban
Ban dengan tekanan di bawah standar meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin harus bekerja lebih keras. Pastikan tekanan ban selalu sesuai rekomendasi pabrikan agar efisiensi bahan bakar tetap terjaga.
Lihat juga: Penyebab Ban Mobil Benjol dan Cara Mencegahnya
Kurangi Beban Berlebih
Semakin berat beban kendaraan, semakin besar tenaga yang dibutuhkan mesin untuk bergerak. Karena itu, bawalah barang seperlunya dan hindari menyimpan barang yang tidak diperlukan di bagasi.
Matikan Mesin Saat Berhenti Lama
Jika kendaraan berhenti lebih dari satu menit, misalnya saat menunggu seseorang atau di kondisi tertentu, mematikan mesin dapat membantu menghemat bahan bakar dibanding membiarkan mesin idle terlalu lama.
Lihat juga: Mobil Keluarga Terbaik untuk Menemani Aktivitas Sehari-hari
Mengecek Tekanan Udara Ban dengan Mirai TPMS
Mengetahui keadaan ban mobil secara berkala memang cukup penting. Dengan begitu, Aisuka bisa menentukan kapan sebaiknya mengganti ban mobil. Salah satu keadaan ban mobil yang bisa dicek adalah tekanan udara di dalamnya.
Kabar baiknya, headunit Mirai TPMS memiliki fitur unggulan yaitu kemampuan mengecek tekanan udara ban mobil secara real-time. Dengan adanya sensor Bundle with Tire Pressure Monitoring Sensor, keadaan tekanan udara pada ban mobil bisa dilihat dengan mudah di layar headunit. Alat sensornya dipasang pada seluruh ban mobil, sehingga informasi yang didapatkan pun secara real-time.
Kecanggihan headunit Mirai TPMS ini tentu sangat membantu para pengendara yang selalu menjaga keamanan dan kenyamanan mobil.

