Tol Solo-Ngawi

Jalan Tol Solo-Ngawi merupakan salah satu ruas penting dalam jaringan Jalan Trans Jawa. Jalanan tersebut menghubungkan dua provinsi strategis seperti wilayah Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Jalan ini menjadi jalur penting bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dari kawasan Solo dan sekitarnya menuju Sragen, Ngawi, sampai wilayah Jawa Timur lainnya.

Dengan panjang sekitar 90,43 kilometer, jalan ini tidak hanya berperan dalam mempercepat mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung distribusi barang, kegiatan ekonomi, dan konektivitas antarwilayah. Perjalanan yang sebelumnya butuh sekitar 2–3 jam melalui jalur yang tersedia, kini dapat dipangkas menjadi sekitar 1–1,5 jam melalui jalan tol, tergantung kondisi perjalanan. 

Panjang Tol Solo-Ngawi

Tol Solo-Ngawi memiliki panjang keseluruhan sekitar 90,43 km.

SegmenPanjang
Junction Kartasura – Karanganyar20,9 km
Karanganyar – Simpang Susun Sragen14,3 km
Simpang Susun Sragen – Simpang Susun Ngawi54,9 km
Total90,43 km

Wilayah yang Dilalui Tol Solo-Ngawi

Perjalanan melewati beberapa wilayah yang memiliki aktivitas ekonomi dan mobilitas cukup tinggi. Beberapa wilayah tersebut adalah:

Hubungan Tol Solo-Ngawi dengan Trans Jawa

Jalan tol tidak berdiri sendiri. Ruas ini merupa bagian kecil dari jaringan tol Trans Jawa yang memungkinkan perjalanan kendaraan dari berbagai kota di Pulau Jawa dilakukan melalui jaringan jalan tol yang saling terkoneksi.

Dari arah barat, pengguna jalan dapat terhubung dengan tol Semarang-Solo. Sementara dari arah timur, perjalanan dapat diteruskan lewat tol Ngawi-Kertosono. Dengan relasi tersebut, jalan ini memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Lihat juga: Head-Up Display (HUD): Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Tarif Tol Solo-Ngawi

Besaran tarif jalan tol bergantung pada gerbang asal, gerbang tujuan, dan golongan kendaraan.

Dalam data tarif BPJT yang mengacu pada Keputusan Menteri PUPR Nomor 1086/KPTS/M/2023, beberapa tarif untuk Golongan I pada ruas Solo-Ngawi antara lain:

RuteGolongan IGolongan II & IIIGolongan IV & V
Solo/Ngemplak – SragenRp34.500Rp51.500Rp68.500
Solo/Ngemplak – Sragen TimurRp58.500Rp87.500Rp116.500
Solo/Ngemplak – NgawiRp108.000Rp162.000Rp216.000
Solo/Ngemplak – KlitikRp113.500Rp170.500Rp227.500

Catatan: tarif tol dapat berubah mengikuti keputusan pemerintah. Untuk kebutuhan publikasi, sebaiknya tarif dicek kembali melalui kanal resmi BPJT atau operator jalan tol sebelum artikel diterbitkan. BPJT juga menyediakan layanan informasi tarif dan navigasi melalui aplikasi Tol Kita. 

Lihat juga: Jenis-jenis Mobil yang Populer di Indonesia dan Karakteristiknya

Gerbang Tol

Salah satu titik penting di bagian barat ruas ini adalah Gerbang Tol Ngemplak. Plaza Tol Ngemplak menjadi kantor operasional PT Jasamarga dan berada di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. 

Selain itu, pengguna jalan dapat menemukan akses menuju berbagai wilayah melalui simpang susun dan gerbang yang berada di sepanjang koridor Solo-Ngawi.

Pemilihan gerbang keluar sebaiknya disesuaikan tujuan perjalanan supaya pengguna tidak perlu keluar tol terlalu jauh dari destinasi tujuan.

Rest Area

Perjalanan jarak jauh membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Pada ruas Solo-Ngawi hadir beberapa rest area, seperti di sekitar KM 519, KM 538, dan KM 575, dengan fasilitas pendukung yang variatif. Pengguna jalan sebaiknya memanfaatkan rest area apabila mulai merasa lelah.

Lihat juga: Jenis-Jenis Kecelakaan Lalu Lintas: Pengendara Wajib Paham

Jembatan Klodran, Ikon Tol Solo-Ngawi

Salah satu bagian yang menarik dari Tol Solo-Ngawi adalah Jembatan Klodran. Jembatan ini merupakan struktur simpang susun dengan konstruksi cable stayed dan menjadi salah satu ikon yang dapat ditemukan ketika melintasi ruas Tol Solo-Ngawi. BPJT menyebut desainnya memiliki nilai estetika sekaligus memenuhi aspek kualitas struktur. 

Keberadaan Jembatan Klodran juga menambah karakter tersendiri pada perjalanan di ruas tol ini.