
Mobil diesel memiliki karakter mesin yang berbeda dari mobil bensin. Mesin diesel menghasilkan torsi besar dan bekerja dengan tekanan kompresi tinggi, sehingga suara serta getaran yang dihasilkan juga cenderung lebih terasa. Jika tidak diredam dengan baik, getaran tersebut dapat merambat ke bodi dan akhirnya terasa hingga ke dalam kabin.
Salah satu material yang banyak digunakan dalam sistem peredaman kendaraan adalah rubber butyl. Material ini tidak hanya berfungsi untuk mengurangi suara, tetapi juga berperan penting dalam mengendalikan getaran pada panel bodi mobil. Lantas, bagaimana sebenarnya cara kerja rubber butyl dalam meredam getaran mobil diesel? Simak di sini!
Apa Itu Rubber Butyl?
Rubber butyl merupakan material berbasis karet sintetis yang memiliki sifat elastis dan mampu meredam energi getaran. Dalam aplikasi otomotif, material ini sering digunakan sebagai vibration damping material atau material peredam getaran.
Material ini biasanya dibuat dalam bentuk lembaran yang dapat ditempelkan pada permukaan panel kendaraan. Pada produk peredam otomotif, material ini juga dapat dikombinasikan dengan lapisan aluminium foil untuk memberikan struktur sekaligus membantu menghadapi paparan panas. Berbeda dengan material yang hanya berfungsi menyerap suara, rubber butyl bekerja terutama dengan mengurangi getaran pada panel kendaraan.
Kenapa Getaran Mobil Diesel Bisa Masuk ke Kabin?
Getaran dari mesin sebenarnya tidak berhenti di ruang mesin. Sebagian energi getaran dapat diteruskan melalui dudukan mesin dan struktur kendaraan. Getaran tersebut kemudian dapat merambat ke berbagai panel, seperti firewall, lantai kendaraan, pintu, fender, atap, panel bodi lainnya.
Ketika panel tersebut ikut bergetar, panel dapat menghasilkan suara atau memperkuat suara yang sudah ada. Akibatnya, pengemudi dan penumpang dapat merasakan kombinasi antara suara mesin dan vibrasi bodi. Inilah alasan mengapa mengurangi getaran menjadi salah satu bagian penting dalam membuat kabin mobil diesel lebih nyaman.
Bagaimana Cara Kerja Rubber Butyl?
Secara sederhana, rubber butyl bekerja dengan mengubah sebagian energi getaran menjadi energi panas dalam material sehingga getaran yang diteruskan ke panel menjadi lebih kecil. Ketika sebuah panel bodi bergetar, lembaran rubber butyl yang menempel pada panel ikut mengalami deformasi. Sifat viskoelastis dari material tersebut membuat energi mekanis dari getaran mengalami disipasi.
Dalam konteks peredaman mobil, mekanismenya dapat dibayangkan seperti ini:
Getaran mesin → merambat ke panel → rubber butyl ikut mengalami deformasi → energi getaran terdisipasi → vibrasi panel berkurang.
Rubber Butyl Bukan Sekadar “Membuat Mobil Kedap”
Ada kesalahpahaman bahwa memasang rubber butyl berarti membuat mobil sepenuhnya kedap suara. Padahal, fungsi utamanya adalah mengendalikan vibrasi. Hal ini penting karena sumber suara di dalam mobil sangat beragam.
Misalnya, suara mesin diesel dapat berasal dari ruang mesin, suara ban berasal dari kontak ban dengan jalan, sedangkan suara hujan muncul ketika tetesan air mengenai panel atap. Rubber butyl dapat membantu menangani bagian yang berkaitan dengan getaran panel, tetapi untuk mendapatkan hasil peredaman suara yang lebih menyeluruh, biasanya dibutuhkan material dengan fungsi berbeda.
Lihat juga: 5 Tanda Mobil Diesel Anda Butuh Peredam Suara Khusus
Mengapa Rubber Butyl Cocok untuk Mobil Diesel?
Pada mobil diesel, getaran mesin menjadi salah satu sumber gangguan yang perlu diperhatikan. Karena itu, material peredam getaran seperti rubber butyl dapat menjadi bagian penting dalam sistem peredaman kabin.
Pemasangan dapat dipertimbangkan pada area yang mengalami atau meneruskan vibrasi, seperti lantai, pintu, firewall, maupun panel bodi tertentu. Dengan berkurangnya vibrasi panel, suara yang muncul akibat panel tersebut ikut bergetar juga dapat dikurangi.
Namun, hasil peredaman tidak hanya ditentukan oleh material. Lokasi pemasangan, luas area yang ditutup, ketebalan material, serta kondisi panel juga ikut memengaruhi hasil akhirnya.
Lihat juga: Suara Hujan di Atap Mobil Diesel Mengganggu? Ini Solusinya!
Area Mobil Diesel yang Bisa Dipasang Rubber Butyl
Firewall
Ini merupakan pembatas antara ruang mesin dan kabin. Karena lokasinya berdekatan dengan mesin, area ini menjadi salah satu bagian yang dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan peredaman. Pada mobil diesel, peredaman firewall dapat membantu mengurangi transmisi suara dan vibrasi dari ruang mesin menuju kabin.
Lantai
Kemudian, lantai kendaraan dapat menjadi jalur masuk suara dan getaran dari bagian bawah mobil. Rubber butyl pada area ini dapat membantu mengurangi vibrasi panel lantai.
Pintu
Panel pintu yang tipis dapat mengalami vibrasi ketika terkena gelombang suara maupun getaran dari kendaraan. Penambahan material peredam dapat membuat panel menjadi lebih stabil. Selain mengurangi vibrasi, peredaman pintu juga sering digunakan untuk membantu meningkatkan kualitas suara sistem audio.
Atap
Lalu, atap merupakan panel yang luas dan relatif tipis. Ketika terkena tetesan hujan, panel dapat bergetar dan menghasilkan suara yang cukup jelas di dalam kabin. Rubber butyl dapat digunakan untuk membantu mengurangi vibrasi panel atap tersebut.
Lihat juga: Peredam Mobil Diesel Vs Peredam Biasa: Apa Bedanya?
Noisekill Membantu Mengurangi Suara dan Getaran
Jika kondisi mesin sudah dipastikan baik tetapi suara diesel masih terasa mengganggu, salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah meningkatkan sistem peredaman kendaraan. Menggunakan Noisekill Diesel Series menjadi pilihan yang tepat. Produk ini direkayasa khusus untuk mengurangi suara dan getaran pada mobil diesel. Pertama di Indonesia, peredam suara yang dibuat untuk mesin mobil diesel.
Noisekill Diesel Series ini bisa mereduksi suasana dengan maksimal. Selain itu, produk ini juga tahan panas dan awet. Aman dan nyaman untuk segala medan. Untuk mobil diesel, peredaman menjadi salah satu bagian penting karena suara dan getaran mesin dapat terasa cukup dominan di dalam kabin.

