Mengenal Satuan Ukuran dB

Ketika membahas kenyamanan berkendara, tingkat kebisingan di dalam kabin menjadi salah satu faktor yang sering kali luput diperhatikan. Padahal, suara mesin, gesekan ban dengan aspal, angin, hingga suara kendaraan lain di sekitar dapat memengaruhi kenyamanan selama perjalanan. Untuk mengukur tingkat kebisingan tersebut, digunakanlah satu ukuran yang bernama desibel atau dB. 

Bagi sebagian orang, angka dB mungkin hanya terlihat seperti angka biasa, pada umumnya. Namun, perubahan beberapa desibel saja bisa menunjukkan adanya perubahan signifikan dari sebuah tekanan suara. Lalu, apa sih sebenarnya satuan dB dan bagaimana cara menghubungkannya dengan tingkat kebisingan di dalam kabin kendaraan roda empat. 

Yuk simak perjelasan lengkap di bawah ini! 

Apa itu dB atau Desibel?

Desibel (dB) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan tingkat tekanan atau intensitas suara secara logaritmik. Sederhananya, dB membantu menggambarkan seberapa kuat sebuah suara terdengar maupun seberapa besar tekanan suara yang diterima. 

Berbeda dengan satuan linear seperti meter atau kilogram, skala desibel bersifat logaritmik. Artinya, kenaikan angka dB tidak menunjukkan kenaikan suara dengan perbandingan yang sama secara sederhana. Jadi, satuan ukuran ini lumayan kompleks. 

Sebagai gambaran umum: 

Angka-angka di atas ini adalah gambaran umum, jadi belum bisa menjadi patokan mutlak. 

Mengapa skala dB disebut Logaritmik?

Salah satu hal penting yang perlu dipahami ketika membaca angka desibel adalah sifatnya yang logaritmik. Karena itu, kenaikan 10 dB berarti suara hanya “10 persen lebih keras”. 

Dalam konteks tekanan suara, peningkatan 10dB berarti sekitar 10 kali lipat intensitas suara secara fisik. Namun, persepsi manusia atas kerasnya suara tidak mengikuti perbandingan linear tersebut. 

Inilah yang menjadi alasan mengapa perbedaan angka yang terlihat kecil pada alat ukur dB bisa menjadi signifikan banget ketika diterapkan pada lingkungan kendaraan. 

Faktor-Faktor Pemengaruh dB di dalam Kabin Mobil

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi derajat kebisingan di dalam mobil. Beberapa di antaranya adalah: 

  1. Kecepatan kendaraan 
  2. Jenis dan kondisi ban
  3. Permukaan jalan 
  4. Jenis mesin dan sistem knalpot
  5. Desain bodi kendaraan 
  6. Kualitas seal pintu dan kaca 
  7. Material peredam bawaan kendaraan 
  8. Kondisi suspensi 
  9. Suara di sekitar lingkungan kendaraan. 

Pada kecepatan rendah, suara mesin atau lingkungan sekitar dapat lebih dominan. Ketika kendaraan melaju lebih cepat, suara gesekan ban dengan permukaan jalan dan suara angin biasanya jadi sumber kebisingan yang semakin penting. 

Untuk membuat pengalaman berkendara lebih nyaman, salah satu caranya adalah dengan memasang peredam suara mobil. Peredaman ini membuat mobil lebih bebas dari suara-suara yang tidak diinginkan atau kebisingan, sehingga membuat berkendara lebih nyaman. 

Jangan biarkan suara dan getaran yang mengganggu mengurangi pengalaman berkendara Anda. Saatnya mulai upgrade dari sumbernya bersama Noisekill NK-PRO Vibr8, karena perjalanan yang nyaman bukan hanya soal mobil yang melaju, tetapi juga tentang bagaimana kabin membuat setiap perjalanan terasa lebih menyenangkan. 

Artikel Pilihan

Mirai MR-QBIG NFC: Headunit Android QLED dengan NFC E-Money Reader

Asuka AS-1218, Headrest Monitor 12,1 Inch untuk Hiburan di Perjalanan

Teknologi Aftermarket Mobil yang Bisa Membuat Lebih Nyaman