Memasang peredam mobil sendiri mungkin tampak sederhana. Benar. Cukup dengan membeli material, memotongnya sesuai ukuran, kemudian menempelkannya pada bagian kendaraan yang diinginkan. Padahal, proses instalasi peredam suara mobil membutuhkan ketelitian, terutama ketika harus membongkar panel interior dan menentukan area pemasangan.
Kesalahan dalam proses pemasangan tidak hanya berpengaruh pada hasil peredaman. Dalam kondisi tertentu, instalasi yang kurang tepat juga bisa mengganggu komponen interior atau membuat material tidak terpasang dengan semestinya.
Berikut ini adalah kesalahan umum memasang peredam mobil sendiri. Yuk simak baik-baik!
Tidak Mengidentifikasi Sumber Kebisingan
Kesalahan pertama adalah langsung memasang material tanpa mengetahui dari mana suara atau getaran berasal.
Kebisingan di dalam kabin bisa berasal dari berbagai bagian kendaraan, seperti lantai, pintu, fender, bagasi, plafon, hingga area sekitar mesin. Masing-masing area punya karakteristik yang berbeda.
Jika material dipasang tanpa menentukan sumber masalah terlebih dahulu, penggunaan material bisa menjadi kurang efisien. Area yang sebenarnya butuh perhatian mungkin malah tidak mendapat penanganan yang selaras.
Memilih Material Hanya Berdasar Ketebalan
Material yang lebih tebal belum tentu otomatis menjadi pilihan yang tepat untuk setiap bagian mobil. Saat memilih peredam suara mobil, pengguna perlu memperhatikan jenis material, ketebalan, bobot, ukuran, karakteristik temperatur, serta rekomendasi aplikasinya.
Selain itu, ruang di balik panel kendaraan juga perlu diperhitungkan. Material yang terlalu tebal pada area tertentu bisa membuat panel sulit dipasang kembali dengan sempurna.
Tidak Membersihkan Permukaan Sebelum Pemasangan
Permukaan panel yang akan dipasangi material harus dipersiapkan terlebih dulu. Debu, minyak, kotoran, atau kelembapan bisa mengganggu proses pemasangan.
Kesalahan ini kerap dianggap sepele karena material terlihat sudah menempel ketika kali pertama pasang. Padahal, belum tentu. Kondisi permukaan merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan instalasi yang baik.
Memotong Material Secara Asal
Panel kendaraan sendiri punya berbagai bentuk dan kontur. Jika material dipotong tanpa melakukan pengukuran di awal, hasilnya bisa terlalu kecil, besar, atau malah menghasilkan banyak material terbuang.
Sebaiknya area pemasangan diukur terlebih dahulu, kemudian material dipotong berdasar bentuk panel. Selain lebih rapi, cara ini membantu penggunaan material jadi lebih efisien.
Menutup Lubang atau Jalur yang Seharusnya Tidak Ditutup
Ini merupakan kesalahan umum yang wajib mendapat perhatian khusus. Di balik panel kendaraan ada berbagai komponen, kabel, mekanisme, dan jalur tertentu yang tetap harus berfungsi. Pada bagian pintu misalnya, adalah mekanisme kaca, pengunci, speaker, serta jalur drainase.
Mengabaikan Penambahan Bobot
Setiap lembar peredam yang dipasang akan menambah bobot kendaraan. Ketika material dipasang pada banyak area sekaligus, akan ada penambahan bobot secara siginifikan.
Tidak Menggunakan Alat yang Tepat
Memasang peredam butuh lebih dari sekedar tangan dan gunting. Proses pembongkaran panel, pemotongan material, hingga pemasangan butuh alat yang sesuai. Penggunaan alat yang kurang cocok menimbulkan risiko merusak komponen interior dan kurang rapi secara estetika.
Daripada bingung memasang peredam suara mobil sendiri, Aisuka bisa memilih paket pemasangan dari Noisekill. Paket pemasangan ini hadir dengan pilihan peredam favorit yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna mobil tipe small car, medium car, dan large car.
Nah, upgrade mobil Aisuka dengan produk peredam suara unggulan dari Noisekill supaya mencipta ruang berkendara yang lebih nyaman dan berkesan. Yuk pasang produk Noisekill sekarang juga! Klik di sini untuk dapatkan produknya.

Artikel Pilihan
Lebih Anteng dengan Peredam Suara Mobil, Yuk Kenali Kelebihannya

