
Ban mobil cepat aus merupakan salah satu masalah yang sering dialami pemilik kendaraan. Selain membuat biaya perawatan meningkat karena harus lebih sering mengganti ban, kondisi ini juga dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan saat berkendara. Banyak pengemudi mengira keausan ban hanya disebabkan oleh usia pemakaian atau kualitas produk, padahal kebiasaan sehari-hari juga memiliki pengaruh besar terhadap umur ban.
Jadi apa saja penyebab ban mobil cepat aus? Aisuka perlu hati-hati, mungkin kebiasaan sepele ini yang menejadi penyebabnya! Simak info lengkapnya di bawah ini.
Kebiasaan Penyebab Ban Mobil Cepat Aus
Jarang Memeriksa Tekanan Angin Ban
Kesalahan pertama, tekanan angin yang tidak sesuai merupakan salah satu penyebab keausan ban yang tidak merata. Ketika tekanan terlalu rendah, bagian sisi ban akan menerima beban lebih besar sehingga lebih cepat aus. Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi membuat bagian tengah tapak ban terkikis lebih cepat.
Karena itu, pemeriksaan tekanan angin secara berkala sangat penting dilakukan. Idealnya, tekanan ban dicek setidaknya setiap dua minggu sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh. Dengan tekanan yang sesuai rekomendasi pabrikan, usia pakai ban dapat lebih optimal sekaligus menjaga efisiensi bahan bakar kendaraan.
Sering Melakukan Akselerasi dan Pengereman Mendadak
Kesalahan selanjutnya, gaya berkendara agresif dapat mempercepat keausan ban. Saat pengemudi sering menginjak pedal gas secara tiba-tiba atau melakukan pengereman mendadak, gesekan antara ban dan permukaan jalan menjadi lebih besar. Kondisi tersebut membuat tapak ban lebih cepat menipis dibandingkan penggunaan normal.
Selain memperpendek umur ban, kebiasaan ini juga meningkatkan konsumsi bahan bakar dan mempercepat keausan komponen lain seperti kampas rem. Mengemudi dengan kecepatan yang stabil dan melakukan pengereman secara bertahap menjadi cara sederhana untuk menjaga kondisi ban tetap prima.
Mengabaikan Spooring dan Balancing
Spooring dan balancing memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan roda kendaraan. Jika posisi roda tidak lagi presisi akibat benturan atau pemakaian jangka panjang, ban dapat mengalami keausan yang tidak merata.
Tanda yang sering muncul antara lain setir terasa menarik ke satu sisi saat mobil melaju lurus atau muncul getaran pada setir ketika kendaraan melaju pada kecepatan tertentu. Apabila kondisi ini dibiarkan, usia ban akan semakin pendek dan kenyamanan berkendara menurun. Oleh karena itu, spooring dan balancing perlu dilakukan secara berkala sesuai rekomendasi bengkel atau saat muncul gejala tersebut.
Lihat juga: Ban Bocor di Tol? List Kontak Darurat Ini Jadi Penolong!
Terlalu Sering Menghantam Jalan Rusak
Selanjutnya, jalan berlubang, polisi tidur yang dilewati dengan kecepatan tinggi, atau benturan keras dengan trotoar dapat memberikan tekanan besar pada ban dan sistem kaki-kaki kendaraan. Dampaknya tidak hanya menyebabkan keausan lebih cepat, tetapi juga berpotensi menimbulkan benjolan pada ban serta mengubah sudut roda.
Meski tidak semua jalan rusak dapat dihindari, pengemudi sebaiknya mengurangi kecepatan saat melewati permukaan jalan yang tidak rata. Cara berkendara yang lebih hati-hati dapat membantu menjaga kondisi ban dan mengurangi risiko kerusakan komponen lainnya.
Lihat juga: 5 Rekomendasi Head Unit Mobil Andalan Kekinian
Jarang Melakukan Rotasi Ban
Terakhir, setiap roda memiliki tingkat keausan yang berbeda tergantung sistem penggerak kendaraan dan pola penggunaan. Pada mobil berpenggerak roda depan, misalnya, ban depan biasanya lebih cepat aus karena menerima beban kemudi dan tenaga penggerak secara bersamaan.
Jika rotasi ban tidak dilakukan secara berkala, sebagian ban akan habis lebih cepat dibandingkan yang lain. Rotasi ban membantu menyamakan tingkat keausan sehingga seluruh ban dapat digunakan lebih lama dan performa kendaraan tetap stabil. Selain memperpanjang umur ban, langkah ini juga membantu menghemat biaya perawatan dalam jangka panjang.
Masalah ban mobil cepat aus sering kali dipicu oleh kebiasaan yang terlihat sepele. Dengan perawatan yang tepat dan pola berkendara yang lebih baik, usia pakai ban dapat lebih panjang sehingga kendaraan tetap nyaman, aman, dan efisien digunakan setiap hari.
Lihat juga: Cek Komponen Mobil Ini Setelah Melewati Perjalanan Jauh
Mengecek Tekanan Udara Ban dengan Mirai TPMS
Mengetahui keadaan ban mobil secara berkala memang cukup penting. Dengan begitu, Aisuka bisa menentukan kapan sebaiknya mengganti ban mobil. Salah satu keadaan ban mobil yang bisa dicek adalah tekanan udara di dalamnya.
Kabar baiknya, headunit Mirai TPMS memiliki fitur unggulan yaitu kemampuan mengecek tekanan udara ban mobil secara real-time. Dengan adanya sensor Bundle with Tire Pressure Monitoring Sensor, keadaan tekanan udara pada ban mobil bisa dilihat dengan mudah di layar headunit. Alat sensornya dipasang pada seluruh ban mobil, sehingga informasi yang didapatkan pun secara real-time.
Kecanggihan headunit Mirai TPMS ini tentu sangat membantu para pengendara yang selalu menjaga keamanan dan kenyamanan mobil.
Klik di sini untuk dapatkan produknya!

