
Biaya charge mobil listrik menjadi salah satu pertimbangan penting bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik. Meski dikenal lebih hemat dibanding mobil berbahan bakar bensin atau diesel, besarnya biaya pengisian daya tetap bergantung pada kapasitas baterai, jarak tempuh, lokasi pengisian, hingga jenis charger yang digunakan.
Baik melakukan pengisian di rumah maupun di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), pemilik kendaraan perlu memahami cara menghitung biaya charging agar dapat memperkirakan pengeluaran operasional secara lebih akurat. Bagaimana cara menghitungnya? Simak di sini semuanya!
Cara Menghitung Biaya Charge Mobil Listrik
Menghitung biaya charge mobil listrik sebenarnya cukup sederhana. Rumus dasarnya adalah:
Biaya charging = Konsumsi energi (kWh) × Tarif listrik per kWh
Sedangkan konsumsi energi kendaraan dapat dihitung menggunakan rumus:
Konsumsi energi (kWh) = Jarak tempuh (km) × Konsumsi energi kendaraan (Wh/km) ÷ 1.000
Sebagai contoh, jika mobil listrik memiliki konsumsi energi 140 Wh/km dan digunakan sejauh 35 km per hari, maka kebutuhan energinya sekitar 4,9 kWh. Dengan tarif listrik rumah tangga sekitar Rp1.699,53 per kWh, biaya pengisian harian berkisar Rp8.300 atau sekitar Rp250 ribu per bulan dengan pola penggunaan yang sama.
Berapa Biaya Charge Mobil Listrik di SPKLU?
Selain mengisi daya di rumah, pengguna juga dapat memanfaatkan SPKLU yang tersedia di berbagai kota dan rest area. Di SPKLU, biaya pengisian terdiri dari tarif listrik per kWh dan, untuk jenis pengisian cepat, biaya layanan tambahan.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, tarif listrik SPKLU berada di kisaran Rp2.466 per kWh. Untuk layanan fast charging dapat dikenakan biaya tambahan hingga Rp25.000 per sesi, sedangkan ultra fast charging hingga Rp57.000 per sesi. Pengisian di SPKLU memang lebih cepat, tetapi total biayanya umumnya lebih tinggi dibandingkan pengisian daya di rumah.
Lihat juga: Pasang Head Unit BMW Lebih Modern dengan Asuka LUX A30
Faktor yang Memengaruhi Biaya Charge Mobil Listrik
Kapasitas Baterai
Semakin besar kapasitas baterai kendaraan, semakin banyak energi listrik yang dibutuhkan untuk mengisi daya hingga penuh. Mobil dengan baterai 60 kWh tentu membutuhkan biaya ng efisien, pemilik mobil listrik dapat mengoptimalkan biaya operasional sekaligus menikmati berbagai keuntungan dari kendaraan listrik.
Pasang Camera 360 Mirai Pro Max
Kini, Aisuka bisa parkir jauh lebih aman dengan adanya camera 360 Mirai Pro Max. Kamera ini dilengkapi dengan lensa premium dari SONY yang bisa menghasilkan gambar lebih jernih. Kualitas gambar sudah full HD. Untuk material, kamera ini memakai bahan ABS berkualitas tinggi yang tahan debu dan air dengan sertifikasi IP67. Dengan desain yang dibuat untuk visibilitas maksimal di segala kondisi. lebih besar dibandingkan mobil dengan baterai 40 kWh.
Jarak Tempuh Harian
Semakin jauh kendaraan digunakan setiap hari, semakin besar pula energi yang harus diisi kembali. Oleh karena itu, biaya charging setiap pengguna bisa berbeda meskipun menggunakan jenis mobil yang sama.
Tarif Listrik
Jika mengisi daya di rumah, biaya sangat dipengaruhi oleh tarif listrik pelanggan PLN. Sementara di SPKLU, tarif mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah dan operator.
Lihat juga: Pasang Head Unit Terbaru dengan APK Series, Upgrade Mobil Lebih Modern
Jenis Charger
Penggunaan charger standar (AC) umumnya lebih ekonomis untuk kebutuhan harian. Sebaliknya, fast charging dan ultra fast charging menawarkan waktu pengisian lebih singkat, tetapi biasanya disertai biaya layanan tambahan.
Efisiensi Pengisian
Tidak seluruh energi listrik yang digunakan akan tersimpan di dalam baterai. Sebagian kecil energi hilang dalam bentuk panas selama proses charging. Karena itu, efisiensi sistem pengisian juga memengaruhi total konsumsi listrik.
Lihat juga: Keuntungan Upgrade Head Unit Pajero dengan Asuka AK 1000 XII
Mana yang Lebih Hemat, Charge di Rumah atau SPKLU?
Jika dibandingkan, pengisian daya di rumah umumnya lebih hemat karena hanya mengikuti tarif listrik rumah tangga tanpa biaya layanan tambahan. Sementara itu, SPKLU menjadi pilihan ideal ketika melakukan perjalanan jauh atau membutuhkan pengisian baterai dalam waktu singkat. Dengan teknologi fast charging, baterai mobil listrik dapat terisi hingga sekitar 80 persen dalam waktu 30–45 menit, tergantung spesifikasi kendaraan dan charger yang digunakan.
Biaya charge mobil listrik bergantung pada kapasitas baterai, konsumsi energi kendaraan, tarif listrik, serta lokasi pengisian daya. Pengisian di rumah umumnya menjadi pilihan paling ekonomis, sedangkan SPKLU menawarkan keunggulan dari sisi kecepatan pengisian. Dengan memahami cara menghitung biaya charging dan menerapkan kebiasaan berkendara ya

