tips pilih mobil bekas
Cara Membeli Mobil Bekas

Membeli mobil bekas menjadi pilihan banyak orang karena harganya lebih terjangkau dibanding mobil baru. Selain itu, pilihan model yang tersedia juga sangat beragam, mulai dari city car, MPV keluarga, hingga SUV premium dengan harga yang lebih ramah di kantong.

Namun, membeli mobil bekas tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Tanpa pengecekan yang teliti, pembeli bisa mendapatkan kendaraan dengan masalah tersembunyi seperti bekas tabrakan, banjir, hingga dokumen bermasalah. Bagaimana cara membeli mobil bekas yang aman? Cek di sini infonya!

Cara Membeli Mobil Bekas

Tentukan Kebutuhan Sebelum Membeli Mobil Bekas

Langkah pertama dalam cara membeli mobil bekas adalah menentukan kebutuhan penggunaan kendaraan. Jangan langsung tergoda harga murah tanpa mempertimbangkan fungsi mobil untuk aktivitas sehari-hari.

Jika digunakan untuk keluarga, MPV bisa menjadi pilihan ideal karena kabinnya lega. Sementara untuk penggunaan dalam kota, city car atau hatchback lebih praktis dan hemat bahan bakar. Menentukan kebutuhan sejak awal membantu mempersempit pilihan dan menghindari pembelian impulsif.

Selain itu, tentukan juga budget secara realistis termasuk biaya tambahan seperti pajak, servis awal, balik nama, dan asuransi agar pengeluaran tidak membengkak setelah pembelian.

Lihat juga: 9 Persiapan Traveling dengan Mobil agar Lebih Nyaman

Lakukan Riset Harga Pasaran

Lemudian, sebelum bertemu penjual, cari tahu terlebih dahulu harga pasaran mobil incaran melalui marketplace atau situs jual beli mobil bekas terpercaya. Riset harga membantu pembeli mengetahui apakah harga yang ditawarkan masih wajar atau terlalu mahal. Harga yang terlalu murah juga patut dicurigai karena bisa menandakan adanya masalah pada kendaraan atau dokumen. Dengan mengetahui harga pasar, proses negosiasi juga akan lebih mudah dilakukan karena pembeli sudah memiliki gambaran nilai kendaraan yang sebenarnya.

Periksa Kelengkapan Dokumen Kendaraan

Selanjutnya, poin paling penting dalam cara membeli mobil bekas adalah memeriksa legalitas dokumen kendaraan. Pastikan data pada STNK, BPKB, dan nomor rangka sesuai dengan kondisi mobil.

Selain itu, lakukan pengecekan status kendaraan melalui Samsat online untuk memastikan mobil tidak terkena blokir jual, blokir tilang elektronik, atau status kendaraan hilang. Mobil dengan status bermasalah wajib dihindari karena berpotensi menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. Jangan lupa memastikan pajak kendaraan masih aktif agar tidak menambah biaya besar setelah pembelian selesai dilakukan.

Lihat juga: Keunggulan ADAS yang Kini Jadi Standar Penting Keamanan Mobil

Cek Kondisi Eksterior dan Interior Mobil

Lalu pengecekan fisik mobil sangat penting untuk mengetahui apakah kendaraan pernah mengalami kecelakaan besar atau kerusakan tertentu. Perhatikan kondisi cat mobil apakah terlihat belang atau tidak. Cek juga celah antar panel bodi untuk memastikan tidak ada bekas tabrakan besar. 

Selain itu, lihat kondisi kaca, lampu, dan bagian bawah pintu untuk memastikan tidak ada karat berlebihan. Pada bagian interior, periksa kondisi jok, dashboard, plafon, dan karpet mobil. Interior yang terawat biasanya menunjukkan bahwa pemilik sebelumnya rutin merawat kendaraannya.

Jangan Mudah Tergoda Ruang Mesin yang Terlalu Bersih

Banyak penjual membersihkan ruang mesin agar terlihat seperti baru. Namun, pembeli justru perlu lebih waspada jika kondisi mesin terlihat terlalu bersih. Dalam beberapa kasus, ruang mesin sengaja dicuci untuk menyamarkan rembesan oli atau kebocoran tertentu. Karena itu, nyalakan mesin selama beberapa menit lalu perhatikan apakah muncul rembesan pada blok mesin atau karter oli. Perhatikan juga suara mesin saat idle maupun ketika digas. Mesin yang sehat umumnya memiliki suara halus dan stabil tanpa bunyi kasar berlebihan.

Lihat juga: Rekomendasi Kamera 360 untuk Mobil untuk Berkendara Lebih Aman

Periksa Keaslian Odometer

Odometer sering menjadi bagian yang dimanipulasi pada mobil bekas. Banyak penjual nakal mengurangi angka kilometer agar mobil terlihat jarang digunakan. Padahal, jarak tempuh sangat memengaruhi kondisi mesin dan harga jual kendaraan. Untuk memastikan keaslian odometer, pembeli bisa mengecek riwayat servis berkala atau mencocokkan kondisi fisik mobil dengan angka kilometer yang tertera. Jika kilometer rendah tetapi kondisi setir, pedal, dan jok sudah sangat aus, ada kemungkinan odometer pernah dimundurkan.

Lakukan Test Drive di Berbagai Kondisi Jalan

Test drive merupakan langkah wajib dalam cara membeli mobil bekas. Jangan membeli mobil tanpa mencobanya langsung di jalan. Saat test drive, rasakan respons mesin, perpindahan transmisi, kondisi rem, hingga stabilitas setir. Cobalah mobil di jalan bergelombang, tanjakan, dan tikungan agar performanya benar-benar terasa. Melalui test drive, pembeli juga bisa mengetahui apakah ada bunyi aneh pada kaki-kaki atau masalah lain yang tidak terlihat saat mobil diam.

Gunakan Jasa Inspeksi Profesional Jika Perlu

Bagi pembeli yang kurang memahami kondisi mobil, menggunakan jasa inspeksi profesional bisa menjadi solusi aman. Inspektor profesional biasanya akan memeriksa kondisi mesin, transmisi, kelistrikan, kaki-kaki, hingga kemungkinan bekas banjir atau tabrakan besar. Hasil inspeksi tersebut membantu pembeli mengetahui kondisi kendaraan secara lebih detail sebelum transaksi dilakukan. Meski membutuhkan biaya tambahan, langkah ini dapat membantu menghindari kerugian lebih besar di kemudian hari.

Tanyakan Riwayat Servis Kendaraan

Mobil yang rutin servis di bengkel resmi biasanya memiliki riwayat perawatan yang lebih jelas. Karena itu, mintalah buku servis atau histori servis kendaraan kepada penjual. Riwayat servis membantu pembeli mengetahui apakah mobil pernah mengalami kerusakan besar, penggantian komponen penting, atau perawatan rutin secara berkala. Mobil dengan histori servis lengkap umumnya lebih layak dipertimbangkan karena menandakan kendaraan dirawat dengan baik.

Pilih Membeli dari Penjual Terpercaya

Terakhir, mobil bekas bisa dibeli dari pemilik langsung, showroom, atau balai lelang. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Membeli langsung dari pemilik biasanya menawarkan harga lebih murah karena tanpa perantara. Sementara itu, showroom sering memberikan pilihan unit lebih banyak dan terkadang menyediakan garansi tertentu. Yang paling penting, pastikan identitas penjual jelas dan dapat dipercaya agar transaksi berjalan aman serta terhindar dari penipuan.

Itulah beberapa hal yang perlu Aisuka perhatikan sebelum membeli mobil bekas, ya. Memahami cara membeli mobil bekas sangat penting agar tidak salah pilih dan terhindar dari kerugian besar. Jangan mudah tergiur harga murah tanpa melakukan pemeriksaan menyeluruh. Dengan riset dan pengecekan yang tepat, mobil bekas bisa menjadi pilihan kendaraan yang lebih hemat namun tetap nyaman dan aman digunakan sehari-hari.

Pemasangan Headunit Android

Untuk menambah kenyamanan dan keamanan dalam berkendara, memasang headunit android adalah pilihan yang tepat. Banyak fitur canggih yang bisa Aisuka nikmati selama berkendara. Asuka sendiri memiliki beragam pilihan headunit android yang dengan kualitas yang mumpuni. 

Bahkan saat ini, ada headunit android yang bisa terintegrasi dengan fitur lain seperti sensor kualitas udara. Tentu saja hal ini sangat dibutuhkan untuk para pengendara untuk memeriksa kualitas udara dan kapasitas karbondioksida dalam kabin mereka.

Klik di sini untuk dapatkan produknya!