dampak etanol bagi mesin
Dampak RON tidak sesuai pada mobil

Memilih bahan bakar sering kali dianggap sebagai hal sederhana oleh sebagian pemilik kendaraan. Padahal, penggunaan bensin dengan angka oktan atau RON (Research Octane Number) yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin dapat menimbulkan berbagai masalah. Tidak hanya memengaruhi performa kendaraan, dampak RON tidak sesuai juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada komponen mesin dalam jangka panjang.

Setiap mobil telah dirancang untuk menggunakan bahan bakar dengan RON tertentu. Informasi ini biasanya tercantum dalam buku manual kendaraan atau rekomendasi dari pabrikan. Jadi ketika Aisuka memilih bensin dengan RON lebih rendah dari yang dianjurkan, proses pembakaran di dalam mesin dapat terganggu. Apa saja dampak RON tidak sesuai pada mobil? Simak info lengkapnya di bawah ini!

Dampak RON Tidak Sesuai pada Mobil

Mesin Mengalami Knocking atau Ngelitik

Dampak RON tidak sesuai yang paling umum adalah terjadinya knocking atau yang sering disebut mesin ngelitik. Kondisi ini terjadi ketika campuran udara dan bahan bakar terbakar sebelum waktunya di dalam ruang bakar.

Pembakaran yang tidak sesuai timing tersebut menciptakan gelombang tekanan yang dapat menghasilkan suara ketukan pada mesin. Jika dibiarkan terus-menerus, knocking berpotensi mempercepat keausan komponen internal mesin. Selain itu, pengemudi juga dapat merasakan penurunan kenyamanan saat berkendara karena suara mesin menjadi lebih kasar.

Lihat juga: Rekomendasi Kamera 360 Zenix untuk yang Dapat Diandalkan

Performa Mesin Menurun

Selanjutnya, penggunaan RON yang tidak sesuai juga dapat membuat tenaga mesin tidak keluar secara optimal. Mobil terasa kurang responsif saat berakselerasi dan membutuhkan usaha lebih besar untuk mencapai kecepatan tertentu.

Pada kendaraan modern, sistem ECU memang dapat menyesuaikan waktu pengapian untuk mengurangi risiko knocking. Namun, penyesuaian tersebut biasanya dilakukan dengan mengorbankan performa mesin. Akibatnya, mobil terasa lebih berat saat digunakan, terutama ketika membawa beban penuh atau melewati tanjakan.

Konsumsi Bahan Bakar Menjadi Lebih Boros

Banyak orang beranggapan bahwa menggunakan bensin dengan RON lebih rendah dapat menghemat pengeluaran. Padahal, dalam beberapa kasus justru sebaliknya. Pembakaran yang tidak sempurna membuat energi dari bahan bakar tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh mesin. 

Kondisi ini menyebabkan kendaraan membutuhkan lebih banyak bensin untuk menghasilkan tenaga yang sama. Menurut beberapa kajian otomotif, penggunaan RON yang tidak sesuai dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar dibandingkan kondisi normal.

Lihat juga: Rekomendasi Kamera 360 untuk SUV yang Punya Teknologi 6 Channel

Muncul Endapan Karbon pada Ruang Bakar

Berrikutnya, dampak lain yang perlu diperhatikan adalah terbentuknya kerak atau endapan karbon pada ruang bakar. Sisa pembakaran yang tidak sempurna akan menempel pada piston, kepala silinder, dan komponen lainnya.

Dalam jangka panjang, tumpukan karbon dapat mengganggu proses pembakaran dan menurunkan efisiensi mesin. Jika kondisinya semakin parah, biaya perbaikan yang harus dikeluarkan tentu tidak sedikit karena membutuhkan proses pembersihan atau penggantian komponen tertentu.

Usia Pakai Busi Menjadi Lebih Pendek

Busi merupakan komponen penting dalam sistem pengapian kendaraan. Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi dapat menyebabkan terbentuknya residu pada elektroda busi.

Akibatnya, kualitas percikan api menjadi menurun dan busi bekerja lebih berat dari seharusnya. Dalam kondisi tertentu, busi dapat mengalami overheat sehingga usia pakainya menjadi lebih singkat dibandingkan penggunaan normal.

Berisiko Mengganggu Kinerja ECU

Pada mobil modern, hampir seluruh sistem mesin dikendalikan oleh Engine Control Unit (ECU). Ketika mesin terus-menerus mengalami pembakaran yang tidak ideal akibat penggunaan RON yang lebih rendah, ECU harus bekerja lebih keras untuk melakukan penyesuaian.

Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, bukan tidak mungkin terjadi gangguan pada sensor maupun sistem elektronik pendukung lainnya. Gejala awalnya dapat berupa lampu check engine menyala atau performa mesin yang semakin tidak stabil.

Itulah beberapa dampak RON tidak sesuai pada mobil yang bukan sekadar penurunan performa sesaat. Aisuka sebaiknya selalu memperhatikan spesifikasi bahan bakar yang dianjurkan oleh pabrikan. Menggunakan RON yang tepat bukan hanya menjaga kenyamanan berkendara, tetapi juga menjadi investasi untuk mempertahankan umur pakai mesin dalam jangka panjang.

Lihat juga: Perbedaan Kamera 360 vs Sensor BSD, Mana yang Lebih Oke?

Parkir Lebih Aman dengan Camera 360 Mirai Pro Max

Kini, Aisuka bisa parkir jauh lebih aman dengan adanya camera 360 Mirai Pro Max. Kamera ini dilengkapi dengan lensa premium dari SONY yang bisa menghasilkan gambar lebih jernih. Kualitas gambar sudah full HD. Untuk material, kamera ini memakai bahan ABS berkualitas tinggi yang tahan debu dan air dengan sertifikasi IP67. Dengan desain yang dibuat untuk visibilitas maksimal di segala kondisi.