
Ban serep mobil sering dianggap sepele, padahal perannya sangat penting saat terjadi ban bocor atau pecah di tengah perjalanan. Tanpa ban cadangan yang layak pakai, perjalanan bisa terhambat dan berisiko membahayakan keselamatan, lho.
Perlu Aisuka ketahui, ban serep tidak hanya satu jenis. Ada beberapa tipe dengan fungsi, ukuran, dan batas penggunaan yang berbeda. Mau tahu apa saja jenis-jenis ban serep mobil? Simak di bawah ini!
Jenis-Jenis Ban Serep Mobil
Ban Serep Ukuran Standar
Pertama, ada ban serep ukuran standar, yaitu ban cadangan yang spesifikasinya sama persis dengan ban utama kendaraan. Ukuran velg, lebar tapak, hingga profilnya identik dengan ban yang digunakan sehari-hari.
Karena ukurannya sama, ban ini bisa dipakai layaknya ban biasa tanpa batasan jarak maupun kecepatan tertentu. Pengemudi tetap bisa berkendara secara normal, termasuk untuk perjalanan jauh.
Namun, kekurangannya terletak pada ukuran dan bobotnya yang besar. Ban jenis ini memakan ruang bagasi lebih luas dan membuat bobot kendaraan sedikit bertambah. Biasanya, ban serep full size banyak ditemukan pada mobil SUV atau kendaraan kelas menengah ke atas.
Lihat juga: 5 Penyebab Utama Mesin Mobil Susah Menyala di Pagi Hari
Ban Serep Sementara
Berbeda dengan tipe standar, ban serep sementara memiliki ukuran lebih kecil dan lebih tipis. Banyak orang menyebutnya sebagai ban “donat” karena bentuknya yang ramping.
Fungsi utama ban ini memang hanya untuk kondisi darurat. Umumnya terdapat batas kecepatan maksimal, biasanya sekitar 80 km/jam, dan tidak disarankan digunakan untuk jarak jauh.
Keunggulan utamanya adalah desain yang ringkas dan ringan sehingga tidak memakan banyak ruang penyimpanan. Mobil-mobil perkotaan umumnya menggunakan tipe ini demi efisiensi ruang dan bobot kendaraan.
Lihat juga: Tiga Detik Jaga Jarak: Kurangi Risiko Kecelakaan di Jalan
Ban Run Flat
Selanjutnya, ada ban run flat. Ini sebenarnya bukan ban serep konvensional, melainkan teknologi ban yang tetap dapat digunakan meskipun tekanan anginnya hilang. Struktur dinding bannya lebih tebal dan kuat sehingga mampu menopang beban kendaraan sementara waktu.
Saat mengalami kebocoran, kendaraan masih bisa melaju dalam jarak terbatas, biasanya sekitar 50–80 kilometer, tergantung spesifikasi pabrikan. Hal ini memungkinkan pengemudi mencapai bengkel tanpa harus berhenti di lokasi berbahaya.
Meski lebih praktis dan aman, ban run flat memiliki harga lebih tinggi dan tidak semua bengkel menyediakan penggantinya.
Lihat juga: 8 Merek Mobil Tertua di Dunia yang Masih Eksis Sampai Sekarang
Itulah jenis-jenis ban serep mobil yang penting untuk Aisuka ketahui. Memahami jenis-jenis ban serep mobil sangat penting demi keselamatan dan kenyamanan berkendara. Masing-masing memiliki fungsi serta keterbatasan tersendiri. Dengan mengetahui perbedaannya, Aisuka dapat mengambil keputusan yang tepat saat menghadapi situasi darurat di jalan.
Mengecek Tekanan Udara Ban dengan Mirai TPMS
Mengetahui keadaan ban mobil secara berkala memang cukup penting. Dengan begitu, Aisuka bisa menentukan kapan sebaiknya mengganti ban mobil. Salah satu keadaan ban mobil yang bisa dicek adalah tekanan udara di dalamnya.
Kabar baiknya, headunit Mirai TPMS memiliki fitur unggulan yaitu kemampuan mengecek tekanan udara ban mobil secara real-time. Dengan adanya sensor Bundle with Tire Pressure Monitoring Sensor, keadaan tekanan udara pada ban mobil bisa dilihat dengan mudah di layar headunit. Alat sensornya dipasang pada seluruh ban mobil, sehingga informasi yang didapatkan pun secara real-time.
Kecanggihan headunit Mirai TPMS ini tentu sangat membantu para pengendara yang selalu menjaga keamanan dan kenyamanan mobil.
Klik di sini untuk informasi pembelian dan promo terbaru!
Media Sosial:
Instagram: Asuka Car TV
TikTok: Asuka Car TV
YouTube: Asuka Car TV

