
Setir mobil berat saat diputar tentu membuat berkendara menjadi tidak nyaman. Bahkan, kondisi ini bisa meningkatkan risiko kecelakaan. Pengemudi membutuhkan tenaga lebih besar untuk mengendalikan arah kendaraan. Oleh karena itu, mengetahui cara mengatasi setir mobil berat menjadi hal penting agar masalah tidak semakin parah.
Pada mobil modern, sistem kemudi dirancang agar tetap ringan dan responsif, baik menggunakan power steering hidrolik maupun Electric Power Steering (EPS). Jika setir tiba-tiba terasa berat, biasanya terdapat gangguan pada salah satu komponen pendukungnya. Yuk, ketahui penyebabnya di sini!
Penyebab Setir Mobil Terasa Berat
Tekanan Angin Ban Kurang
Pertama, tekanan angin ban yang berada di bawah standar membuat permukaan ban lebih banyak bersentuhan dengan jalan. Akibatnya, gesekan meningkat dan setir terasa lebih berat, terutama saat mobil melaju pelan atau sedang parkir. Selain membuat kemudi berat, ban yang kurang angin juga mempercepat keausan ban dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Oli Power Steering Berkurang atau Kotor
Pada mobil yang masih menggunakan sistem power steering hidrolik, oli memiliki peran penting dalam membantu meringankan putaran setir. Jika volume oli berkurang karena kebocoran atau kualitasnya sudah menurun, tekanan hidrolik tidak bekerja secara optimal sehingga setir menjadi lebih berat.
Pompa Power Steering Bermasalah
Selanjutnya, pompa power steering bertugas menghasilkan tekanan hidrolik agar kemudi tetap ringan. Jika pompa mulai aus atau rusak, tenaga bantu akan berkurang sehingga pengemudi harus mengeluarkan tenaga lebih besar saat memutar setir. Biasanya kondisi ini juga disertai suara dengung ketika setir diputar.
Fan Belt atau Drive Belt Kendur
Pada beberapa mobil dengan power steering hidrolik, pompa digerakkan menggunakan fan belt atau drive belt. Apabila belt mulai aus, retak, atau kendor, putaran pompa tidak maksimal sehingga kinerja power steering ikut menurun.
Kerusakan Rack Steer atau Komponen Kaki-Kaki
Rack steer, tie rod, ball joint, hingga bushing yang mulai aus dapat menyebabkan setir menjadi berat sekaligus mengurangi kestabilan kendaraan. Kerusakan pada komponen ini umumnya membutuhkan pemeriksaan langsung di bengkel karena tidak bisa diatasi hanya dengan mengganti oli atau mengisi angin ban.
Cara Mengatasi Setir Mobil Berat
Periksa Tekanan Angin Ban
Langkah pertama adalah memastikan seluruh ban memiliki tekanan sesuai rekomendasi pabrikan. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan saat kondisi ban masih dingin agar hasilnya lebih akurat. Jika tekanan ban kurang, tambahkan angin hingga sesuai standar.
Lihat juga: Penyebab Ban Mobil Benjol dan Cara Mencegahnya
Cek Volume dan Kondisi Oli Power Steering
Buka reservoir power steering dan pastikan volume oli berada di antara batas minimum dan maksimum. Jika oli terlihat keruh, berwarna gelap, atau sudah lama tidak diganti, lakukan penggantian menggunakan jenis oli yang direkomendasikan oleh pabrikan.
Periksa Kebocoran Sistem Power Steering
Apabila oli power steering sering berkurang, kemungkinan terdapat kebocoran pada selang, seal, atau pompa. Segera lakukan pemeriksaan agar kerusakan tidak merambat ke komponen lain yang biaya perbaikannya lebih mahal.
Lihat juga: Mobil Keluarga Terbaik untuk Menemani Aktivitas Sehari-hari
Pastikan Fan Belt Masih Layak Pakai
Lihat kondisi fan belt secara visual. Bila terdapat retakan, permukaan mulai aus, atau belt terasa longgar, sebaiknya segera diganti agar kinerja pompa power steering kembali optimal.
Lakukan Pemeriksaan Rack Steer dan Kaki-Kaki
Jika semua komponen di atas masih normal tetapi setir tetap berat, kemungkinan masalah berasal dari rack steer atau sistem suspensi. Pemeriksaan di bengkel diperlukan untuk mengetahui apakah tie rod, ball joint, bushing, atau rack steer perlu diperbaiki maupun diganti.
Lihat juga: Cara Berkendara dengan Teknik Eco Driving yang Ramah Lingkungan
Mengecek Tekanan Udara Ban dengan Mirai TPMS
Mengetahui keadaan ban mobil secara berkala memang cukup penting. Dengan begitu, Aisuka bisa menentukan kapan sebaiknya mengganti ban mobil. Salah satu keadaan ban mobil yang bisa dicek adalah tekanan udara di dalamnya.
Kabar baiknya, headunit Mirai TPMS memiliki fitur unggulan yaitu kemampuan mengecek tekanan udara ban mobil secara real-time. Dengan adanya sensor Bundle with Tire Pressure Monitoring Sensor, keadaan tekanan udara pada ban mobil bisa dilihat dengan mudah di layar headunit. Alat sensornya dipasang pada seluruh ban mobil, sehingga informasi yang didapatkan pun secara real-time.
Kecanggihan headunit Mirai TPMS ini tentu sangat membantu para pengendara yang selalu menjaga keamanan dan kenyamanan mobil.

