Ada istilah dalam dunia industri seperti OEM, OBM, dan aftermarket yang sering digunakan untuk menjelaskan bagaimana sebuah produk dirancang, diproduksi, diberi merek, sampai dipasarkan ke konsumen luas. Ketiga istilah ini punya karakteristik dan model bisnis yang sungguh berbeda, meskipun dalam praktiknya satu perusahaan sebenarnya bisa menjalankan lebih dari satu model bisnis.
Memahami perbedaan antara OEM, OBM, dan Aftermarket ini lumayan penting bagi konsumen, produsen komponen, distributor, maupun para pelaku bisnis otomotif. Hal ini disebabkan karena pembaca bisa mengetahui siapa yang merancang produk, siapa yang memproduksinya, sekaligus merk apa yang akhirnya digunakan.
Apa Itu OEM dalam Industri Otomotif?
OEM (Original Equipment Manufacturer) merupakan perusahaan yang memproduksi komponen atau produk tertentu berdasar spesifikasi dan kebutuhan dari produsen kendaraan atau merk tertentu. Dalam industri otomotif, produk OEM umumnya dibuat guna bagian dari kendaraan yang diproduksi oleh sebuah merek otomotif.
Sebagai contoh, produsen kendaraan semacam Toyota, Honda, BMW, atau Ford tidak selalu membuat seluruh komponen kendaraan roda empatnya sendiri. Beberapa komponen semacam sistem pengereman, sensor, lampu, kaca, jok, sampai komponen mesin bisa diproduksi oleh perusahaan pemasok secara khusus.
Nah, ada nih beberapa pemasok komponen otomotif yang sudah dikenal secara luas seperti Denso, Bosch, ZF, Aisin, dan Magna. Perusahaan ini memasok berbagai komponen dan sistem ke produsen kendaraan sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan sebelumnya.
Apa Itu OBM?
Beda dengan OEM, OBM adalah Original Brand Manufacturer. Sebuah skema perusahaan yang berfokus pada perusahaan yang mengembangkan dan menjual produk memakai merknya sendiri.
Dalam model OBM, perusahaan punya perang lebih besar pada identitas produk. Perusahaan bisa terlibat dalam upaya pengembangan produk, menentukan spesifikasi, membangun merek, melakukan pemasaran, sampai menjual produk ke konsumen.
Nama-nama seperti Bosch, Denso, Brembo, dan Akrapovic bisa menjadi contoh perusahaan komponen yang punya merek produk sendiri dan memasarkannya ke pasar otomotif. Namun, sebenarnya struktur dan rantai pasok masing-masing produk perusahaan beda-beda, jadi tidak bisa dikategorisasikan dengan pukul rata.
Apa Itu After Market?
Aftermarket adalah pasar produk dan komponen kendaraan yang dijual setelah kendaraan berada di pasar atau setelah proses produksi kendaraan oleh pihak produsen selesai.
Produk aftermarket sendiri bisa berwujud komponen dan aksesori, mulai dari velg, ban, sistem audio, head unit, dashcam, peredam suara, lampu, filter, body kit, suspensi, rem, sampai interior desain.
Produk-produk aftermarket sendiri umumnya ditujukan ke pemilik kendaraan yang hendak melakukan perawatan, penggantian, atau modifikasi. Jadi, aftermarket dijual terpisah di luar pemasangan awal dari pihak produsen.
Memahami istilah-istilah ini cukup penting. Konsumen bisa melihat merek, produsen, spesifikasi material, kompabilitas kendaraan, standard produk, serta layanan purna jual.
Saatnya Upgrade Headunit Mobil dengan MR TPMS NFC
Bila Anda masih menggunakan head unit standard dan pengin mendapatkan lebih banyak fungsi dalam satu perangkat, MR TPMS NFC dapat menjadi pilihan upgrade yang menarik. Bayangkan satu layar dashboard mobil Anda bisa dipakai buat menikmati hiburan, menjalankan navigasi, terkoneksi dengan ponsel pintar, menampilkan kamera 360, serta menunjukkan informasi tekanan dan suhu ban mobil. Wow!
Cek ketersediaan Mirai TPMS NFC, pilih konfigurasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda, lalu konsultasikan pemasangannya melalui dealer resmi Asuka Mirai.

Artikel Pilihan
Noisekill NK-60: Peredam Suara Mobil dengan Rubber Butyl dan Aluminium Foil Gold
Manfaat 3 Split Screen Head Unit untuk Pengemudi Mobil
Steering Wheel Control: Fitur Praktis pada Head Unit Mobil Masa Kini

