Kenapa Mobil Diesel Lebih Berisik?

Bagi sebagian pemilik kendaraan, suara mesin diesel yang terdengar lebih keras mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Namun, ketika mobil diesel lebih berisik dibandingkan biasanya, kondisi tersebut tentu dapat mengurangi kenyamanan selama berkendara.

Suara khas mesin diesel memang berbeda dengan mesin bensin. Karakter pembakaran dan konstruksi mesinnya membuat suara serta getaran yang dihasilkan cenderung lebih terasa. Terutama ketika mobil sedang berakselerasi atau mesin bekerja pada putaran tertentu.

Meski begitu, suara yang terlalu kasar atau semakin keras tidak selalu berarti merupakan karakter normal mesin diesel. Ada beberapa faktor yang dapat membuat suara mesin semakin terdengar hingga masuk ke dalam kabin. Apa saja yang membuat mobil diesel lebih berisik? Yuk, simak di bawah ini!

Kenapa Mobil Diesel Lebih Berisik?

Karakter Pembakaran Mesin Diesel

Penyebab utama suara mesin diesel terdengar lebih kasar adalah proses pembakarannya. Mesin diesel bekerja dengan prinsip kompresi tinggi. Udara dikompresi hingga menghasilkan temperatur tinggi, kemudian bahan bakar diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Proses tersebut menghasilkan tekanan pembakaran yang relatif besar dan menimbulkan suara khas mesin diesel. Itulah sebabnya suara seperti ketukan atau bunyi kasar dari mesin diesel dapat terdengar lebih jelas dibandingkan mesin bensin.

Getaran Mesin Lebih Terasa

Selain suara pembakaran, mesin diesel juga menghasilkan getaran yang cukup kuat. Getaran tersebut dapat merambat melalui berbagai komponen kendaraan, seperti dudukan mesin, sasis, lantai, hingga panel bodi. Jika sistem peredaman kendaraan kurang optimal, getaran tersebut akhirnya ikut terasa dan terdengar di dalam kabin. Inilah salah satu alasan mengapa suara diesel terkadang bukan hanya terdengar dari ruang mesin, tetapi juga terasa sebagai dengungan atau vibrasi di dalam kabin.

Kondisi Injektor dan Sistem Bahan Bakar

Injektor memiliki peran penting dalam mengatur penyemprotan bahan bakar ke ruang pembakaran. Ketika injektor mengalami masalah, pola penyemprotan bahan bakar dapat menjadi kurang optimal. Kondisi tersebut berpotensi membuat proses pembakaran tidak berlangsung sebagaimana mestinya dan menyebabkan suara mesin menjadi lebih kasar. Karena itu, jika suara mesin tiba-tiba berubah menjadi jauh lebih kasar, pemeriksaan sistem bahan bakar sebaiknya dilakukan.

Oli Mesin Tidak Sesuai atau Sudah Menurun Kualitasnya

Pelumas berfungsi mengurangi gesekan antarkomponen mesin. Ketika oli sudah terlalu lama digunakan, kualitasnya menurun dan kemampuan pelumasannya dapat berkurang. Penggunaan oli yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin juga dapat memengaruhi performa dan karakter suara mesin. Karena itu, pemilik mobil diesel perlu melakukan penggantian oli secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan.

Lihat juga: Jenis-jenis Mobil yang Populer di Indonesia dan Karakteristiknya

Komponen Mesin Mengalami Keausan

Suara mesin yang semakin kasar juga dapat menjadi tanda adanya komponen yang mulai aus. Beberapa bagian mesin yang mengalami keausan dapat menghasilkan suara abnormal ketika mesin bekerja. Jika suara yang muncul berbeda jauh dari karakter suara biasanya, sebaiknya kendaraan segera diperiksa oleh teknisi.

Hal ini penting karena peredam suara tidak bertujuan menutupi suara kerusakan mesin. Jika sumber kebisingan berasal dari masalah mekanis, penyebabnya harus diperbaiki terlebih dahulu.

Lihat juga: Jenis-Jenis Kecelakaan Lalu Lintas: Pengendara Wajib Paham

Peredaman Kabin Kurang Optimal

Selain kondisi mesin, konstruksi dan material peredam kendaraan juga menentukan seberapa besar suara yang masuk ke dalam kabin. Suara mesin, getaran, suara ban, dan suara dari jalan dapat merambat melalui firewall, lantai, pintu, hingga panel bodi. Jika area tersebut tidak memiliki peredaman yang optimal, suara mesin diesel akan terasa semakin jelas di dalam kabin. Peredam mobil dapat membantu mengurangi suara dan getaran yang masuk sehingga suasana kabin menjadi lebih nyaman.

Lihat juga: Tol Solo-Ngawi: Rute, Panjang, Tarif, dan Informasi Lain

Noisekill Membantu Mengurangi Suara dan Getaran

Jika kondisi mesin sudah dipastikan baik tetapi suara diesel masih terasa mengganggu, salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah meningkatkan sistem peredaman kendaraan. Menggunakan Noisekill Diesel Series menjadi pilihan yang tepat. Produk ini direkayasa khusus untuk mengurangi suara dan getaran pada mobil diesel. Pertama di Indonesia, peredam suara yang dibuat untuk mesin mobil diesel. 

Noisekill Diesel Series ini bisa mereduksi suasa dengan maksimal. Selain itu, produk ini juga tahan panas dan awet. Aman dan nyaman untuk segala medan. Untuk mobil diesel, peredaman menjadi salah satu bagian penting karena suara dan getaran mesin dapat terasa cukup dominan di dalam kabin.