
Mudik adalah momen yang selalu ditunggu. Perjalanan jauh menuju kampung halaman terasa lebih spesial ketika dilakukan bersama keluarga. Kini, semakin banyak orang memilih Mobil listrik sebagai kendaraan andalan untuk mudik karena lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
Tapi, mudik dengan mobil listrik tentu punya strategi tersendiri. Tidak bisa disamakan sepenuhnya dengan mobil berbahan bakar bensin atau diesel. Supaya perjalanan tetap aman dan nyaman, ada beberapa cara yang bisa Aisuka lakukan untuk mengoptimalkan mobil listrik!
Optimalkan Mudik Pakai Mobil Listrik
Susun Rencana Perjalanan dengan Matang
Hal pertama yang wajib Aisuka lakukan sebelum mudik pakai mobil listrik adalah menyusun rute perjalanan. Pastikan Aisuka sudah mengetahui lokasi SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di sepanjang jalur mudik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Cek jarak tempuh maksimal kendaraan dalam kondisi baterai penuh
- Tandai titik pengisian daya di rest area atau kota tertentu
- Perkirakan waktu pengisian agar tidak terburu-buru
Perencanaan yang matang akan menghindarkan Aisuka dari rasa cemas akibat baterai menipis di tengah perjalanan.
Lihat juga: Jenis-Jenis Ban Serep Mobil dan Cara Membedakannya
Isi Daya Penuh Sebelum Berangkat
Selanjutnya, sebelum memulai perjalanan mudik, pastikan baterai Mobil listrik sudah terisi optimal. Idealnya, isi daya hingga mendekati 100% agar Aisuka memiliki jarak tempuh maksimal di tahap awal perjalanan.
Jika memungkinkan, lakukan pengisian daya pada malam hari sebelum keberangkatan agar kendaraan siap digunakan sejak pagi tanpa perlu antre di SPKLU.
Gunakan Mode Berkendara Hemat Energi
Sebagian besar mobil listrik dilengkapi beberapa mode berkendara seperti Eco, Normal, dan Sport. Untuk perjalanan jauh seperti mudik, mode Eco sangat direkomendasikan.
Mode ini membantu mengontrol konsumsi daya agar lebih efisien. Selain itu, usahakan berkendara dengan kecepatan stabil dan hindari akselerasi mendadak yang dapat membuat baterai cepat berkurang.
Lihat juga: 5 Penyebab Utama Mesin Mobil Susah Menyala di Pagi Hari
Maksimalkan Fitur Regenerative Braking
Mobil listrik memiliki fitur regenerative braking, yaitu sistem yang mengubah energi saat pengereman menjadi daya tambahan untuk baterai.
Saat menghadapi kemacetan arus mudik atau melintasi jalur menurun, fitur ini sangat membantu menjaga efisiensi daya. Teknik berkendara yang halus akan membuat sistem ini bekerja lebih optimal.
Jangan Membawa Muatan Berlebihan
Selanjutnya, mudik juga identik dengan oleh-oleh dan barang bawaan yang banyak. Namun, semakin berat beban kendaraan, semakin besar pula energi yang dibutuhkan.
Agar Mobil listrik tetap efisien:
- Bawa barang secukupnya
- Hindari menumpuk barang di atap jika tidak perlu
- Susun beban secara merata
Dengan begitu, konsumsi daya tetap terkendali sepanjang perjalanan.
Lihat juga: 8 Merek Mobil Tertua di Dunia yang Masih Eksis Sampai Sekarang
Perhatikan Tekanan Ban
Hal sederhana yang sering terlupa saat mudik adalah tekanan ban. Padahal, tekanan ban yang kurang ideal dapat meningkatkan hambatan dan membuat baterai lebih cepat habis. Sebelum berangkat, periksa tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan. Ban yang optimal bukan hanya mendukung efisiensi energi, tetapi juga meningkatkan keselamatan.
Bijak Menggunakan AC dan Fitur Hiburan
Selama perjalanan mudik, penggunaan AC dan sistem hiburan pasti meningkat. Meski wajar, penggunaan berlebihan dapat memengaruhi konsumsi daya mobil listrik. Gunakan suhu AC yang nyaman namun tidak terlalu rendah. Matikan fitur yang tidak digunakan agar energi tetap hemat.
Hindari Kecepatan Tinggi Terus-Menerus
Tidak kalah penting, mengemudi dengan kecepatan tinggi dalam waktu lama bisa membuat baterai lebih cepat terkuras. Untuk mudik jarak jauh, lebih baik menjaga kecepatan stabil sesuai batas yang dianjurkan.
Selain lebih hemat energi, cara ini juga membuat perjalanan lebih aman, apalagi saat kondisi lalu lintas padat.
Pantau Sisa Daya Secara Berkala
Selama perjalanan, biasakan memantau indikator baterai dan estimasi jarak tempuh di panel instrumen. Dengan begitu, Aisuka bisa menentukan waktu terbaik untuk berhenti dan mengisi daya sebelum baterai berada di level kritis. Jangan menunggu hingga benar-benar hampir habis, terutama saat berada di jalur yang minim fasilitas pengisian.
Siapkan Rencana Cadangan
Terakhir, arus mudik sering kali tidak bisa diprediksi. Kemacetan panjang bisa memengaruhi konsumsi daya dan waktu tempuh. Karena itu, selalu siapkan:
- Alternatif lokasi SPKLU
- Rute cadangan
- Waktu keberangkatan yang fleksibel
Mudik dengan mobil listrik bukan lagi hal yang sulit. Dengan perencanaan rute yang tepat, pengelolaan baterai yang bijak, serta gaya berkendara yang efisien, perjalanan ke kampung halaman bisa tetap nyaman dan menyenangkan. Kuncinya ada pada persiapan. Semakin matang Anda merencanakan perjalanan, semakin optimal performa Mobil listrik saat digunakan untuk mudik.
Mengecek Tekanan Udara Ban dengan Mirai TPMS
Mengetahui keadaan ban mobil secara berkala memang cukup penting. Dengan begitu, Aisuka bisa menentukan kapan sebaiknya mengganti ban mobil. Salah satu keadaan ban mobil yang bisa dicek adalah tekanan udara di dalamnya.
Kabar baiknya, headunit Mirai TPMS memiliki fitur unggulan yaitu kemampuan mengecek tekanan udara ban mobil secara real-time. Dengan adanya sensor Bundle with Tire Pressure Monitoring Sensor, keadaan tekanan udara pada ban mobil bisa dilihat dengan mudah di layar headunit. Alat sensornya dipasang pada seluruh ban mobil, sehingga informasi yang didapatkan pun secara real-time.
Kecanggihan headunit Mirai TPMS ini tentu sangat membantu para pengendara yang selalu menjaga keamanan dan kenyamanan mobil.
Klik di sini untuk informasi pembelian dan promo terbaru!
Media Sosial:
Instagram: Asuka Car TV
TikTok: Asuka Car TV
YouTube: Asuka Car TV

