
Mobil diesel dikenal memiliki karakter mesin yang berbeda dibandingkan mobil bensin. Salah satu hal yang cukup terasa adalah suara dan getaran mesin yang cenderung lebih kuat. Kondisi tersebut membuat kenyamanan di dalam kabin bisa ikut terpengaruh, terutama ketika mobil digunakan untuk perjalanan jauh.
Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi masuknya suara dan getaran dari area mesin adalah pemasangan peredam khusus kendaraan diesel. Kali ini, dilakukan uji coba untuk melihat perubahan kondisi kabin setelah pemasangan Noisekill Diesel Series, termasuk membandingkan suhu kabin sebelum dan sesudah pemasangan.
Mengapa Mobil Diesel Lebih Bising?
Suara mesin diesel yang lebih terdengar di dalam kabin bukan tanpa alasan. Mesin diesel bekerja dengan sistem pembakaran yang menghasilkan tekanan kompresi tinggi. Karakter tersebut membuat suara dan getaran yang dihasilkan mesin cenderung lebih kuat dibandingkan mesin bensin.
Selain dari suara mesin, sumber kebisingan juga dapat berasal dari getaran yang merambat melalui berbagai bagian bodi kendaraan. Jika material peredam pada kendaraan belum cukup optimal, suara dari ruang mesin maupun getaran bodi dapat lebih mudah masuk ke dalam kabin.
Kondisi ini biasanya semakin terasa ketika mesin berada pada putaran tertentu atau ketika kendaraan sedang berakselerasi. Karena itu, penggunaan peredam yang dirancang untuk karakter kendaraan diesel dapat menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan kenyamanan berkendara.
Mengenal Noisekill Diesel Series
Noisekill Diesel Series merupakan lini peredam yang ditujukan untuk kendaraan dengan mesin diesel. Penggunaan peredam pada area tertentu di kendaraan bertujuan membantu mengurangi transmisi suara dan getaran yang berasal dari mesin maupun lingkungan sekitar.
Pemasangan peredam tidak hanya berkaitan dengan tingkat kebisingan. Material yang ditempatkan pada bagian bodi kendaraan juga dapat memengaruhi karakter isolasi termal pada area tertentu, sehingga menarik untuk melihat apakah terdapat perubahan suhu di dalam kabin setelah pemasangan. Untuk mengetahui hasilnya, dilakukan pengukuran suhu kabin sebelum dan sesudah pemasangan peredam.
Lihat juga: Noisekill Diesel Series: Peredam Pertama di Indonesia Khusus Mesin Diesel
Hasil Uji Coba Setelah Pemasangan Peredam
Untuk mengetahui perubahan kondisi kabin setelah pemasangan peredam, dilakukan pengujian suhu ketika mobil dijemur dalam kondisi mesin dan AC mati. Hasil pengukuran kemudian dibandingkan antara kondisi sebelum dan sesudah pemasangan Noisekill Diesel Series.
| Kondisi Pengujian | Suhu Terukur |
| Sebelum pemasangan Noisekill Diesel Series | 74,4°C |
| Setelah pemasangan Noisekill Diesel Series | 59,4°C |
| Perubahan suhu | Turun 15°C |
Sebelum pemasangan peredam, suhu yang terukur mencapai 74,4°C. Setelah Noisekill Diesel Series dipasang, hasil pengukuran menunjukkan angka 59,4°C. Dengan demikian, terdapat penurunan suhu sebesar 15°C atau sekitar 20,2% dibandingkan kondisi sebelum pemasangan.
Hasil tersebut menunjukkan adanya perubahan kondisi termal pada area yang diukur setelah pemasangan peredam. Selain membantu meredam suara dan getaran, material peredam juga dapat berperan sebagai lapisan isolasi yang membantu mengurangi perpindahan panas dari bagian luar kendaraan ke area kabin.
Catatan: angka 74,4°C dan 59,4°C merupakan hasil pengukuran pada kondisi pengujian tersebut, sehingga hasil pada kendaraan lain dapat berbeda tergantung cuaca, lama penjemuran, posisi kendaraan, material interior, serta titik pengukuran.
Lihat juga: Fortuner vs Pajero Sport vs Innova Diesel: Mana yang Paling Butuh Peredam Ekstra?
Bukan Sekadar Membuat Kabin Lebih Senyap
Pada mobil diesel, kenyamanan berkendara tidak hanya ditentukan oleh performa mesin. Tingkat kebisingan dan getaran yang terasa di dalam kabin juga menjadi bagian penting dari pengalaman berkendara.
Pemasangan Noisekill Diesel Series menjadi salah satu upaya untuk membantu mengurangi suara dan getaran yang masuk ke kabin. Dari uji coba yang dilakukan, perbandingan suhu sebelum dan sesudah pemasangan juga memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi kabin setelah penggunaan peredam.
Dengan melihat hasil pengukuran secara langsung, pemilik mobil diesel dapat memiliki gambaran yang lebih objektif mengenai perubahan yang terjadi setelah pemasangan peredam.
Lihat juga: Tips Memilih Bengkel Pemasangan Peredam Mobil Diesel yang Tepat
Noisekill Membantu Mengurangi Suara dan Getaran
Jika kondisi mesin sudah dipastikan baik tetapi suara diesel masih terasa mengganggu, salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah meningkatkan sistem peredaman kendaraan. Menggunakan Noisekill Diesel Series menjadi pilihan yang tepat. Produk ini direkayasa khusus untuk mengurangi suara dan getaran pada mobil diesel. Pertama di Indonesia, peredam suara yang dibuat untuk mesin mobil diesel.
Noisekill Diesel Series ini bisa mereduksi suasana dengan maksimal. Selain itu, produk ini juga tahan panas dan awet. Aman dan nyaman untuk segala medan. Untuk mobil diesel, peredaman menjadi salah satu bagian penting karena suara dan getaran mesin dapat terasa cukup dominan di dalam kabin.

