
Menambah lapisan peredam suara pada mobil sering kali menjadi buah simalakam. Di satu sisi, peredam sangat dibutuhkan untuk menciptakan kabin yang tenang dan kedap. Namun di sisi lain, bobot peredam berbahan konvensional yang berat berisiko menambah beban kendaraan. Ini membuat konsumsi BBM lebih boros, hingga mengurangi efisiensi mobil.
Dilema ini juga dirasakan oleh automotive enthusiast Gofar Hilman saat menggarap proyek modifikasi Toyota Hiace 200 miliknya. Karena mobilnya sudah dipenuhi penambahan interior seperti jok pilot seat hingga perangkat audio yang banyak, ia harus cerdas memilih peredam agar mobil tidak kelebihan beban.
Berikut adalah beberapa tips dan trik dari pendekatan Gofar Hilman dalam memilih peredam kabin yang efektif tanpa bikin mobil berat. Yuk, kita simak!
Utamakan Peredam Berbahan Pure Rubber Butyl Ultra-Light
Langkah paling krusial adalah memilih jenis material peredam. Gofar memanfaatkan peredam Noisekill NK80 Air yang menggunakan bahan pure rubber butyl dengan formulasi khusus. Material ini diklaim sangat ringan namun tetap memiliki kerapatan tinggi untuk menyerap getaran dan kebisingan secara maksimal tanpa menambah beban berlebih pada struktur mobil.
Fokuskan Peredam Ringan pada Area Atas dan Pintu
Pemasangan peredam di area tinggi seperti plafon dan pintu sangat memengaruhi center of gravity serta bobot engsel pintu. Dengan mengaplikasikan peredam tipe ringan (NK80 Air) pada seluruh pintu dan plafon, kabin tetap terisolasi dengan baik dari suara hujan maupun angin tanpa membuat engsel pintu cepat aus atau bagian atas mobil terasa berat.
Kombinasikan Jenis Peredam Sesuai Area Kabin
Tidak semua area membutuhkan spesifikasi peredam yang sama. Untuk bagian dek bawah atau lantai mobil yang berhadapan langsung dengan benturan batu dan gemuruh jalanan, penggunaan peredam dengan ketebalan standar (seperti tipe NK03) tetap diperlukan. Strategi pembagian peredam ini memastikan area bawah terlindungi maksimal, sementara area atas tetap ringan.
Jangan Lewatkan Peredam di Area Spakbor dan Ban
Salah satu sumber kebisingan utama saat mobil melaju di jalan tol berasal dari gesekan ban (road noise). Mengaplikasikan peredam secara presisi di area dinding spakbor dan ruang roda sangat efektif meredam gemuruh ban langsung dari sumbernya, sehingga Aisuka tidak perlu menumpuk peredam terlalu tebal di dalam kabin.
Melalui pemilihan material yang tepat dan pemetaan area yang efisien, Aisuka bisa mendapatkan kabin mobil yang senyap layaknya mobil mewah tanpa harus mengorbankan performa maupun menambah beban berlebih pada kendaraan.

Artikel Pilihan
Headunit Android vs OEM: Mana yang Lebih Worth It?

