masalah mobil listrik
Umur Baterai Mobil Listrik

Umur baterai mobil listrik menjadi salah satu pertimbangan utama bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik. Banyak calon konsumen masih bertanya-tanya apakah baterai mobil listrik hanya mampu bertahan beberapa tahun atau justru bisa digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Faktanya, baterai mobil listrik dirancang memiliki daya tahan tinggi. Namun, masa pakainya tidak hanya ditentukan oleh usia, melainkan juga dipengaruhi kebiasaan penggunaan, pola pengisian daya, hingga kondisi lingkungan tempat kendaraan beroperasi. Simak info lengkapnya di sini!

Umur Baterai Mobil LIstrik

Berapa Umur Baterai Mobil Listrik?

Secara umum, umur baterai mobil listrik dapat mencapai 8 hingga 10 tahun, bahkan lebih, tergantung cara penggunaan dan perawatannya. Sebagian besar produsen juga memberikan garansi baterai sekitar 8 tahun atau 160.000 kilometer, sehingga pengguna memiliki jaminan terhadap performa baterai dalam periode tertentu.

Perlu dipahami, berakhirnya masa garansi bukan berarti baterai langsung rusak. Umumnya yang terjadi adalah penurunan kapasitas penyimpanan energi (degradasi), sehingga jarak tempuh kendaraan menjadi sedikit berkurang dibanding saat masih baru.

Faktor yang Memengaruhi Umur Baterai Mobil Listrik

Kebiasaan Mengisi Daya

Mengisi baterai hingga 100 persen setiap hari memang terlihat praktis, tetapi kebiasaan tersebut dapat mempercepat degradasi baterai. Untuk penggunaan harian, banyak produsen menyarankan menjaga kapasitas baterai di kisaran 20–80 persen, kecuali saat membutuhkan jarak tempuh maksimal.

Suhu Lingkungan

Selanjutnya, suhu yang terlalu panas maupun terlalu dingin dapat memengaruhi performa baterai. Meski mobil listrik modern telah dibekali sistem manajemen suhu, parkir terlalu lama di bawah terik matahari tetap berpotensi mempercepat penurunan kualitas baterai dalam jangka panjang.

Gaya Berkendara

Akselerasi dan pengereman yang agresif membuat baterai bekerja lebih keras dan menghasilkan panas lebih tinggi. Sebaliknya, gaya berkendara yang halus dapat membantu menjaga suhu baterai tetap stabil sehingga proses degradasi berlangsung lebih lambat.

Frekuensi Pengisian Cepat (Fast Charging)

Teknologi fast charging sangat membantu ketika bepergian jauh. Namun, penggunaan fast charging secara terus-menerus dapat meningkatkan temperatur baterai. Oleh karena itu, pengisian daya normal (AC charging) tetap disarankan untuk penggunaan sehari-hari apabila memungkinkan.

Apakah Kapasitas Baterai Langsung Turun Drastis?

Banyak orang mengira baterai mobil listrik akan langsung rusak setelah beberapa tahun. Anggapan tersebut kurang tepat. Degradasi baterai berlangsung secara bertahap. Bahkan setelah lima tahun penggunaan, banyak baterai kendaraan listrik masih mampu mempertahankan sekitar 80 persen kapasitas awal, sehingga kendaraan tetap nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Lihat juga: Mirai AURA AI X100 Terpasang di Jimny Road Party Ridwan Hanif, Bawa Kamera 360 8 Channel dan ADAS

Cara Memperpanjang Umur Baterai Mobil Listrik

Agar umur baterai mobil listrik lebih panjang, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:

Lihat juga: Apa yang Berubah dari Jimny Road Party Ridwan Hanif? Kini Ada AURA AI X100 dengan Fitur Canggih

Umur baterai mobil listrik umumnya mampu mencapai 8 hingga 10 tahun atau lebih, tergantung pola penggunaan dan perawatan. Penurunan kapasitas baterai terjadi secara bertahap, bukan kerusakan mendadak. Dengan menerapkan kebiasaan pengisian daya yang tepat, menghindari suhu ekstrem, dan mengemudi secara efisien, performa baterai dapat tetap optimal selama bertahun-tahun.

Mengecek Tekanan Udara Ban dengan Mirai TPMS

Mengetahui keadaan ban mobil secara berkala memang cukup penting. Dengan begitu, Aisuka bisa menentukan kapan sebaiknya mengganti ban mobil. Salah satu keadaan ban mobil yang bisa dicek adalah tekanan udara di dalamnya. 

Kabar baiknya, headunit Mirai TPMS memiliki fitur unggulan yaitu kemampuan mengecek tekanan udara ban mobil secara real-time. Dengan adanya sensor Bundle with Tire Pressure Monitoring Sensor, keadaan tekanan udara pada ban mobil bisa dilihat dengan mudah di layar headunit. Alat sensornya dipasang pada seluruh ban mobil, sehingga informasi yang didapatkan pun secara real-time. 

Kecanggihan headunit Mirai TPMS ini tentu sangat membantu para pengendara yang selalu menjaga keamanan dan kenyamanan mobil.