
Musim hujan sering kali membawa risiko banjir yang dapat menyebabkan mobil mogok bahkan mati total. Banyak pemilik kendaraan melakukan kesalahan fatal dengan langsung menyalakan mesin setelah mobil terendam air. Padahal, tindakan ini justru bisa memperparah kerusakan.
Agar kerusakan tidak meluas, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan saat mobil mati akibat terendam banjir.
Langkah Tepat Mengatasi Mobil Mati Karena Terendam Banjir
Segera Lepaskan Aki Mobil
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah melepas aki mobil. Tujuannya untuk menghindari korsleting listrik pada sistem kelistrikan kendaraan. Air banjir dapat menghantarkan listrik dan merusak komponen elektronik jika aki masih terpasang.
Lihat juga: Isuzu Panther Terendam Banjir 10 Jam, Tapi Masih Menyala?
Jangan Memaksakan Mesin Dinyalakan
Kesalahan paling umum adalah mencoba menyalakan mesin saat mobil masih basah. Air yang masuk ke ruang mesin dapat menyebabkan water hammer, yaitu kondisi di mana air masuk ke ruang bakar dan merusak komponen mesin seperti piston dan stang seher Biarkan mesin benar-benar kering sebelum dilakukan pengecekan.
Pindahkan Mobil ke Area Aman
Setelah aki dilepas, segera dorong atau derek mobil ke tempat yang tidak tergenang air. Hal ini penting untuk mencegah air banjir terus meresap ke bagian bawah kendaraan dan sistem kelistrikan.
Lihat juga: 6 Cara Tepat Penanganan Mobil Setelah Banjir
Keringkan dan Bersihkan Komponen Kelistrikan
Bagian kelistrikan merupakan area paling rentan saat mobil terendam banjir. Beberapa komponen yang perlu diperiksa dan dikeringkan antara lain:
- Busi
- Koil
- Distributor
- Kabel dan soket listrik
- Sekring
- ECU (jika terdampak)
Gunakan udara bertekanan atau lap kering untuk memastikan tidak ada sisa air maupun lumpur.
Lihat juga: 8 Rekomendasi Mobil Tahan Banjir & Tangguh Melewati Genangan
Bawa ke Bengkel Jika Diperlukan
Jika setelah dikeringkan mobil masih sulit dinyalakan, sebaiknya serahkan penanganan kepada mekanik profesional. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan mesin, transmisi, dan sistem kelistrikan dalam kondisi aman.
Tips Mencegah Kerusakan Mobil Akibat Banjir
Untuk mengurangi risiko di masa mendatang, Aisuka bisa melakukan beberapa langkah pencegahan berikut:
- Hindari menerobos banjir yang melebihi setengah tinggi ban
- Periksa kondisi karet pintu agar air tidak mudah masuk kabin
- Lakukan servis berkala, terutama sistem kelistrikan
- Pertimbangkan asuransi kendaraan yang menanggung risiko banjir
Mobil mati akibat terendam banjir tidak boleh ditangani secara sembarangan. Melepas aki, tidak memaksakan mesin menyala, serta mengeringkan komponen kelistrikan adalah langkah penting untuk mencegah kerusakan parah. Dengan penanganan yang tepat dan cepat, biaya perbaikan mobil akibat banjir dapat diminimalkan.
Mengecek Tekanan Udara Ban dengan Mirai TPMS
Mengetahui keadaan ban mobil secara berkala memang cukup penting. Dengan begitu, Aisuka bisa menentukan kapan sebaiknya mengganti ban mobil. Salah satu keadaan ban mobil yang bisa dicek adalah tekanan udara di dalamnya.
Kabar baiknya, headunit Mirai TPMS memiliki fitur unggulan yaitu kemampuan mengecek tekanan udara ban mobil secara real-time. Dengan adanya sensor Bundle with Tire Pressure Monitoring Sensor, keadaan tekanan udara pada ban mobil bisa dilihat dengan mudah di layar headunit. Alat sensornya dipasang pada seluruh ban mobil, sehingga informasi yang didapatkan pun secara real-time.
Kecanggihan headunit Mirai TPMS ini tentu sangat membantu para pengendara yang selalu menjaga keamanan dan kenyamanan mobil.
Klik di sini untuk dapatkan produknya!
Kunjungi media sosial kami:
Instagram: Asuka Car TV
TikTok: Asuka Car TV
YouTube: Asuka Car TV

