
Rambu lalu lintas merupakan salah satu perlengkapan jalan yang berfungsi membantu mengatur pergerakan pengguna jalan. Keberadaan rambu membuat pengendara dapat mengetahui kondisi jalan, larangan yang berlaku, perintah yang harus dilakukan, hingga informasi mengenai arah perjalanan.
Memahami jenis rambu lalu lintas penting bagi setiap pengendara. Pasalnya, setiap rambu memiliki fungsi dan arti yang berbeda. Kesalahan dalam memahami rambu dapat menyebabkan pengemudi melakukan pelanggaran atau bahkan meningkatkan risiko kecelakaan.
Berdasarkan informasi JDIH Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas, rambu lalu lintas dibagi menjadi empat jenis berdasarkan fungsinya, yaitu rambu peringatan, rambu larangan, rambu perintah, dan rambu petunjuk. Apa saja jenis rambu lalu lintas? Yuk, simak di sini!
Jenis Rambu Lalu Lintas
Rambu Peringatan
Pertama, rambu peringatan merupakan jenis rambu lalu lintas yang digunakan untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan mengenai kondisi atau potensi bahaya yang mungkin ditemui di depan. Rambu ini membantu pengendara mempersiapkan diri dan menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi jalan.
Dalam referensi JDIH, rambu peringatan menggunakan latar belakang berwarna kuning. Beberapa contoh rambu peringatan antara lain peringatan permukaan jalan licin, penyempitan badan jalan, banyak lalu lintas pejalan kaki, banyak sepeda, hewan liar melintas, serta adanya pekerjaan di jalan.
Ketika menemukan rambu peringatan, pengemudi sebaiknya meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan kecepatan kendaraan. Rambu tersebut bukan sekadar informasi, tetapi menjadi tanda agar pengendara lebih siap menghadapi kondisi jalan di depan.
Rambu Larangan
Jenis rambu lalu lintas berikutnya adalah rambu larangan. Sesuai namanya, rambu ini menunjukkan suatu tindakan atau kondisi yang tidak diperbolehkan bagi pengguna jalan. Rambu larangan antara lain dapat menunjukkan larangan untuk berjalan terus, larangan masuk bagi kendaraan tertentu, larangan masuk bagi sepeda motor, hingga larangan mengemudikan kendaraan dengan kecepatan melebihi batas yang ditentukan.
Contohnya, terdapat rambu yang melarang kendaraan bermotor dan tidak bermotor untuk masuk ke area tertentu. Ada pula rambu yang melarang kendaraan dengan berat keseluruhan tertentu memasuki suatu ruas jalan. Pengendara harus mematuhi rambu larangan yang terpasang karena rambu tersebut menunjukkan aturan yang berlaku pada lokasi tersebut.
Lihat juga: Urutan Kendaraan Prioritas di Jalan Raya yang Wajib Didahulukan
Rambu Perintah
Berbeda dengan rambu larangan, rambu perintah memberikan instruksi mengenai tindakan yang harus dilakukan oleh pengguna jalan. Jenis rambu lalu lintas ini dapat memberikan perintah untuk mengikuti arah tertentu, berbelok, berjalan lurus, memilih arah perjalanan, memasuki jalur atau lajur tertentu, hingga mempertahankan kecepatan minimum yang diperintahkan.
Dalam referensi JDIH, rambu perintah memiliki latar belakang berwarna biru. Karena sifatnya memberikan instruksi, pengemudi perlu memperhatikan simbol pada rambu dan mengikuti arahan yang ditentukan. Misalnya, ketika terdapat rambu perintah untuk mengikuti arah kiri, pengendara harus mengarahkan kendaraan sesuai petunjuk tersebut.
Lihat juga: 5 Hal yang Membuat ADAS Kurang Optimal saat Berkendara
Rambu Petunjuk
Jenis rambu lalu lintas yang terakhir adalah rambu petunjuk. Rambu ini berfungsi membantu pengguna jalan mendapatkan informasi selama melakukan perjalanan. Rambu petunjuk dapat memberikan informasi mengenai arah atau jurusan yang dituju. Contohnya adalah rambu pendahulu petunjuk jurusan pada persimpangan maupun rambu yang menunjukkan arah menuju lokasi tertentu.
Dalam referensi JDIH, rambu petunjuk menggunakan latar belakang berwarna hijau. Berbeda dari rambu larangan atau perintah yang mengharuskan pengemudi melakukan atau menghindari tindakan tertentu, rambu petunjuk lebih berfungsi sebagai panduan perjalanan.
Rambu lalu lintas dibuat untuk membantu menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman. Dengan memahami arti setiap rambu, pengemudi dapat mengambil keputusan yang tepat ketika berada di jalan.
Sebagai contoh, rambu peringatan dapat membuat pengemudi mengurangi kecepatan ketika mendekati kondisi jalan yang berbahaya. Sementara itu, rambu larangan membantu pengemudi mengetahui tindakan yang tidak diperbolehkan di suatu lokasi.
Rambu perintah memberikan arahan yang harus diikuti, sedangkan rambu petunjuk membantu pengemudi menentukan arah atau lokasi tujuan.Dengan demikian, memahami rambu bukan hanya penting untuk menghindari pelanggaran lalu lintas, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku berkendara yang aman.
Lihat juga: 5 Tips Berkendara Aman saat Terjadi Kabut Asap
Pasang Dashcam Mobil
Untuk meningkatkan keamanan, Aisuka juga bisa memasang dashcam mobil. Alat ini memiliki manfaat yang besar untuk alat perekam berbagai kejadian yang ada di hadapan mobil. Selain itu, dashcam mobil juga bisa menjadi alat bukti yang kuat jika terjadi kecelakaan atau tindakan kriminal.
Salah satu rekomendasi dashcam mobil yang bisa diandalkan adalah dengan memakai DVR MV 340T. Produk dari Mirai ini memiliki resolusi gambar yang besar, sehingga rekaman akan tampak jernih dan detail. Selain itu, ada tiga sudut pandang yang bisa direkam oleh dashcam yang satu ini, mulai dari area depan, belakang, hingga dalam kabin. Tentu alat ini akan sangat membantu keselamatan perjalanan. Sebaiknya Aisuka segera memasangnya dalam mobil.

