Tekanan Ban Mobil Ideal

Mengetahui tekanan ban mobil ideal penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan selama berkendara. Tekanan angin yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat memengaruhi handling, pengereman, konsumsi bahan bakar, hingga usia pakai ban.

Namun, berapa sebenarnya tekanan ban yang tepat untuk mobil? Jawabannya tidak selalu sama untuk setiap kendaraan. Tekanan yang direkomendasikan biasanya ditentukan oleh pabrikan berdasarkan jenis dan ukuran kendaraan, ukuran ban, serta beban yang dibawa. Begini cara mengetahui tekanan ban mobil yang ideal. Simak sampai selesai!

Tekanan Ban Mobil yang Ideal

Cek Rekomendasi Tekanan Ban dari Pabrikan

Cara paling mudah mengetahui tekanan ban yang sesuai adalah dengan melihat rekomendasi dari pabrikan mobil. Informasi ini biasanya terdapat pada stiker di pilar atau kusen pintu pengemudi. Pada beberapa mobil, informasi tekanan ban juga dapat ditemukan di buku manual kendaraan atau bagian tertentu yang ditentukan oleh pabrikan.

Jangan hanya mengandalkan angka yang tertulis pada dinding ban. Angka tersebut umumnya menunjukkan batas tekanan maksimum yang dapat ditanggung ban, bukan rekomendasi tekanan untuk penggunaan sehari-hari. Sebagai contoh, sebuah mobil bisa memiliki rekomendasi tekanan ban depan dan belakang yang berbeda. Tekanannya juga dapat berubah ketika mobil membawa beban lebih banyak.

Gunakan Alat Pengukur Tekanan Ban

Setelah mengetahui angka rekomendasi dari pabrikan, langkah berikutnya adalah mengecek tekanan ban menggunakan tire pressure gauge atau alat pengukur tekanan ban.

Pengukuran sebaiknya dilakukan ketika ban masih dalam kondisi dingin. Ban yang baru digunakan dapat mengalami peningkatan tekanan karena panas yang dihasilkan selama perjalanan. Jika langsung mengukur setelah berkendara, hasilnya bisa lebih tinggi dibandingkan tekanan ketika ban dingin. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, mobil sebaiknya sudah berhenti selama beberapa waktu sebelum tekanan ban diperiksa.

Periksa Keempat Ban Secara Berkala

Jangan hanya memeriksa satu ban. Keempat ban perlu dicek secara berkala karena tekanan angin dapat berkurang seiring waktu. Periksa ban depan dan belakang, kemudian sesuaikan dengan rekomendasi tekanan dari pabrikan. Jika mobil menggunakan ban cadangan yang juga berjenis ban bertekanan, jangan lupa memeriksanya.

Tekanan ban juga dapat berubah karena kondisi temperatur. Karena itu, pemeriksaan berkala membantu memastikan tekanan tetap berada pada angka yang sesuai.

Apa yang Terjadi Jika Tekanan Ban Terlalu Rendah?

Tekanan ban yang terlalu rendah membuat bagian ban yang bersentuhan dengan permukaan jalan menjadi lebih banyak. Kondisi tersebut dapat meningkatkan hambatan gulir dan membuat ban bekerja lebih keras.

Dalam penggunaan sehari-hari, ban yang kekurangan tekanan juga dapat membuat mobil terasa kurang responsif ketika dikemudikan. Selain itu, bagian samping ban dapat menerima beban lebih besar dan keausan ban bisa menjadi tidak merata. Karena itu, jangan menunggu sampai ban terlihat benar-benar kempis untuk melakukan pemeriksaan tekanan.

Bagaimana Jika Tekanan Ban Terlalu Tinggi?

Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi juga bukan berarti lebih baik. Ban yang terlalu keras dapat membuat area kontak ban dengan jalan menjadi lebih kecil dan karakter berkendara terasa lebih kaku.

Tekanan yang tidak sesuai rekomendasi juga dapat memengaruhi kenyamanan serta karakter handling kendaraan. Jadi, mengisi angin sebanyak-banyaknya bukan cara yang tepat. Gunakan angka yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan.

Jangan Lupakan Kondisi Ban

Selain mengecek tekanan angin, perhatikan kondisi fisik ban secara rutin. Lihat apakah terdapat retakan, benjolan, benda asing yang menancap, atau pola keausan yang tidak normal.

Jika salah satu ban terus kehilangan tekanan meskipun sudah diisi angin, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kebocoran bisa berasal dari ban, pentil, maupun bagian lain pada sistem roda. Pemeriksaan ini penting karena tekanan ban yang terus berkurang bukan sekadar masalah harus sering mengisi angin.

Mengecek Tekanan Udara Ban dengan Mirai TPMS

Mengetahui keadaan ban mobil secara berkala memang cukup penting. Dengan begitu, Aisuka bisa menentukan kapan sebaiknya mengganti ban mobil. Salah satu keadaan ban mobil yang bisa dicek adalah tekanan udara di dalamnya. 

Kabar baiknya, headunit Mirai TPMS memiliki fitur unggulan yaitu kemampuan mengecek tekanan udara ban mobil secara real-time. Dengan adanya sensor Bundle with Tire Pressure Monitoring Sensor, keadaan tekanan udara pada ban mobil bisa dilihat dengan mudah di layar headunit. Alat sensornya dipasang pada seluruh ban mobil, sehingga informasi yang didapatkan pun secara real-time. 

Kecanggihan headunit Mirai TPMS ini tentu sangat membantu para pengendara yang selalu menjaga keamanan dan kenyamanan mobil.

Artikel Pilihan

Apa Itu Loop Recording pada Dashcam Mobil?

Cara Memilih Headunit Mobil yang Cocok dengan Kendaraan

10 Cara Merawat Dashcam Mobil agar Tetap Awet